Bikin Rusak Gapura Ponpes, Warga di Sukarara Bakal Dibawa Kejalur Hukum

196

Sukarara, LOMBOKim – Pristiwa rusaknya sarana Pondok Pesantren ( Ponpes) Dhiaul Fikri Sukarara Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur karena alat berat Bakal Dibawa Ke Jalur Hukum. Kejadian pada Senin 8 Juni 2020 itu, diberitakan mengakibat gapura pesantren hancur berkeping-keping.

Pendiri sekaligus Pengasuh Ponpes Dhiaul Fikri, TGH. Gunawan Ruslan mengatakan, peristiwa rusaknya Gapura Popes itu dilakukan secara sengaja oleh pelaku, sehingga dirinya akan membawa kasus itu untuk di proses hukum.

“Kami akan menunjuk pengacara dalam menyelesaikan kasus ini, karena kasusnya tidak hanya pengerusakan ini saja namun ada banyak kasus lain yang menyebabkan aktifitas di Ponpes sangat terganggu,” tegas Gunawan, Selasa 9 Juni 2020 sebagaimana di NTB Post

Orang ini tidak hanya itu masalahnya, lanjut Gunawan. Dia juga melakukan aktifitas penambangan tanah dan batu, kemudian mengeruk gunung serta mendatangkan batu dari luar.

“Batu yang dia datangkan dari luar itu kemudian dia pecah di lokasi yang cukup dekat dengan pondok, sementara lokasi pondok tidak jauh dari perkampungan warga sehingga membuat warga sangat terganggu oleh aktifitas tambangnya yang menimbulkan kebisingan,” kata Gunawan.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Lombok Timur Habiburrahman mengecam keras kejadian yang menimpa salah satu Ponpes di Kabupaten Lombok Timur itu dan meminta aparat berwenang mengusut kasus tersebut sampai tuntas.

Menurutnya, selain efek dari pengerusakan secara fisik, psikologi santri sebagai generasi penerus bangsa juga terganggu dan mempengaruhi proses Kegiatan Belajar Mengajarnya.

“Hentikan perkusi dan tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan. Sebab insiden ini sangat memilukan terutama di dunia pendidikan, kami atas nama DPD KNPI Lombok Timur meminta para pihak untuk melindungi dunia pendidikan dan memastikan iklim di dalamnya kondusif serta meminta kasus ini di usut tuntas.” pintanya (andy/np)

Comments are closed.