Waduh.!!! SPAM Tutuk Anggaran 3,9 M, Kok Bisa Bocor

325

Oleh : Riadi Satya Ahmad (Ketua Umum Formasi Pakar UMMat)

OPINI – LOMBOKim.com. Kecamatan Jerowaru salah satu kecamatan di kabupaten Lombok Timur yang terletak di ujung Selatan, Kecamatan ini memiliki luas wilayah sekitar 142,78 Km².

Kecamatan tersebut tentu tidak asing ditelinga para pegiat sosial, maupun pegiat Wisata. Bahwa kecamatan ini di kenal dengan keindahan alam (pantainya). Namun dibalik itu, kecamatan tersebut adalah wilayah yang kekurangan air bersih (krisis air bersih) bisa dikatakan bahwa Jerowaru adalah wilayah yang kekeringan.

Secara teoritis, krisis air bersih dapat dipahami sebagai kurangnya cadangan air bersih di suatu wilayah sehingga tidak cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Adapun dampak krisis air bersih cukup signifikan bagi masyarakat, diantaranya akan berdampak bagi kesehatan yaitu timbulnya berbagai macam penyakit, serta secara ekonomi akan berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih terutama bagi rakyat miskin (Setiawan, 2013).

BACA JUGA  Rumah Mantan Anggota DPRD Lotim Diteror Orang Tak Dikenal

Bahwa kekeringan terjadi di 12 desa. Dengan Total ada sekitar 360 titik lebih yang mengalaminya. Bahkan ada desa yang kekeringan sepanjang masa, yakni Dusun Saung, Desa Wakan, dan Desa Sekaroh

Kemudiam Kekeringan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi segelintir orang, sehingga dalam hal ini, isu kekeringan dapat dikatakan isu yang sangat sexi. Melihat potensi tersebut, Kelompok kepentingan maupun individu menjadikan isu tersebut sebagai jualan dalam momen kontestasi politik.

Ketua ALARM (tajuklombok) mengatakan bahwa Isu kekeringan kerap kali dijadikan objek penawaran dan pengajuan dalam bentuk proposal penanganan kekeringan. Baik itu dari kabupaten, provinsi maupun pusat. (Sumber)

Bahwa telah di jalankan Program pipanisasi, Survei Geo Listrik, Water treatment dan Droping Air Bersih yang dimana sumber bantuan digelontorkan dari PU, BPBD pusat, ESDM dan APBD. Namun keempat program tersebut Ujung-ujungnya menemukan kendala dan masalah.

Kemudian pada Tahun Anggaran 2019-2020, kabupaten Menganggarkan krisis air bersih sejumlah 3,9 M dengan tinggi Tower penampungan Air 33 meter, SPAM tersebut berlokasi di lingkok Tutuk desa Jerowaru, kecamatan jerowaru. Yang kemudian oleh masyarakat diharapkan sebagai solusi dalam mengatasi kekurangan air bersih. Program SPAM tersebut di kerjakan oleh PT ANISA PRIMA LESTARI yan sebagai pemenang tender.

BACA JUGA  Pornografi Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini Penjelasannya

Namun ternyata, Spam yang baru beroperasi Februari 2020 ternyata mengalami kebocoran. Sehingga yang seharusnya air akan mengalir ke masyarakat Desa Sekaroh ternyata tersumbat dan tidak bisa berjalan sesuai perencanaan.

Dalam kajian akademik, dengan jumlah anggaran yang sekian M, tentu akan mampu mengairi wilayah selatan dengan catatan kualitas barang yang bagus, (ini baru beroperasi sudah mengalami kebocoran).

Kemudian dengan tinggi Tower 33 M dengan kondisi geografis wilayah jerowaru yang notabene perbukitan apakah aliran air akan dapat sampai ke bagaian titik-titik kekeringan.

Dengan ini, dalam hal permasalahan kebocoran tersebut, PDAM, Dinas PUPR selaku yang membidangi proyek ini dan perusahaan PT ANISA PRIMA LESTARI yang selaku pekerja dan pemenang tender harus bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.