Dari Sukamulia, Ini Tips Sukses Bertani Hidroponik

281

Sukamulia, LOMBOKim.com – Hidroponik kini mulai digemari oleh masyarakat Lombok Timur, dari kalangan ibu rumah tangga sampai kaum millenial tidak mau ketinggalan.

Ada begitu banyak keuntungan yang dapat diraup dari bertani dengan sistem hidroponik ini, diantaranya hasil sayur yang di tanam lebih segar dan bersih karna aman dari pestisida. Harga jualnya pun tidak kalah menjanjikan jika dibandingkan dengan sayur hasil pertanian dengan sistem konvensional.

Sejauh ini, ada banyak jenis sistem hidroponik yang dikembangkan. Namun yang banyak diterapkan pada sektor industri hidroponik adalah sistem DFT (rakit apung) dan sistem NFT (nutrient film technique).

Masing-masing sistem memiliki keunggulan serta kekurangan masing-masing.

Sistem NFT dapat menyediakan lebih banyak oksigen yang di dapatkan tanaman namun mengharuskan pompa air tetap menyala 24 jam karna sistem tidak bisa berfungsi jika pompa tidak menyala, oleh karnanya harus ada penjagaan yang ekstra dan perhatian yang cukup sigap serta pompa air akan cepat rusak jika non stop dinyalakan. Berbeda halnya dengan  sistem DFT yang tidak ada hambatan jika pompa air mati karna sistem ini menggunakan air yang menggenang. Namun dengan sistem oksigen yang dihadirkan sistem ini lebih sedikit dibanding dengan sistem NFT.

BACA JUGA  Hari Ketujuh Angka Pelanggaran Lalu Lintas Menurun Hingga 55,15 %

Bertani dengan sistem hidroponik belum cukup jika hanya mengandalkan pemilihan sistem antara NFT atau DFT. Ada beberapa tips untuk sukses bertani hidroponik ala pasangan suami istri yang menekuni dunia industri hidroponik, bapak Khaerul Iswandi dan ibu Baiq ada saat ditemui di kediamannya di Sukamulia.

Kepada Lombokim.com, “Dalam bertani hidroponik perkuatlah impian dan sikap karna dua hal tersebut yang akan membawa kesuksesan dalam semua usaha, dan tidak kalah pentingnya lagi slalu update memposisikan (marketing online) dalam pemasaran serta selalu sabar dan tetap konsisten dalam mengembangkan usaha”, ungkapnya (27/04/2020). Jadi, dengan semakin berkembangnya sistem pertanian, dirasa sudah tidak alasan lagi untuk tidak belajar bertani terlebih bagi kaum Millenial. (Khalid Rozani)

BACA JUGA  Ummi Rohmi Dorong Milenial Jadi Enterpreneur Untuk Hadapi Ancaman Resesi

Leave A Reply

Your email address will not be published.