Tingkatkan Indeks Tanam, Lahan Kering Dinormalisasi

328

Selong, LOMBOKim – Dalam rangka meningkatkan indeks penanaman tanaman pangan (Padi) pada lahan kering di wilayah peringgabaya, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur akan lakukan normalisasi lahan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi mengatakan upaya normalisasi lahan kering pada wilayah Pringgabaya tersebut akan dikerjakan tahun ini secara swakelola, sedangkan anggarannya bersumber dari Dana Tugas Perbantuan Provinsi NTB.

Potensi lahan kering yang akan dinormalisasi pada wilayah Peringgabaya diperkirakan mencapai 1.800 hektar dan potensi tersebut dinilai cukup besar bila dikaitkan dengan produksi kebutuhan pangan.

“Secara potensi, luas lahan kering di Peringgabaya itu mencapai 1800 hektar artinya, kalau saja dalam satu hektar bisa memproduksi 4 ton kebutuhan pangan maka akan ada ratusan ton produksi tanaman pangan yang dapat dihasilkan dari optimalisasi lahan kering ini” jelasnya beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  Asik! Lotim Mulai Berlakukan New Normal

Sementara itu terhadap jenis intervensi kegiatan normalisasi yang dinilai cocok oleh Dinas pertanian pada lahan kering diantaranya pembangunan embung, sumur air dangkal dan pipanisasi.

“Ada tiga intervensi yang cocok untuk dikembangkan pada lahan kering, pertama embung, sumur air dangkal dan pipanisasi. Ketiga intervensi ini sangat cocok akan tetapi tetap memiliki keterbatasan” ungkapnya.

BACA JUGA  Bencana Kekeringan Melanda, Seriuskah Pemda Menanganinya.?

Lalu intervensi apa yang cocok pada wilayah lahan kering Pringgabaya? berdasarkan opsi Dinas Pertanian sebagaimana disebutkan oleh Kabid PSP, Kasturi, untuk optimalisasi lahan kering khusus pada wilayah Pringgabaya, Dinas Pertanian akan menggunakan pola distribusi air menggunakan pipanisasi.

“Pada lahan kering yang akan di Normalisasi nantinya kita akan intervensi dengan membangun bak bak bagi di masing-masing hektar lahan masyarakat. dengan demikia indek penanaman tanaman pagan dilahan kering yang tadinya hanya satu kali tanam kedepan dapat ditambah indeks penanaman menjadi 3 kali” harapnya.

Sebagai tambahan informasi kenapa Dinas pertanian Kab.Lotim lebih memilih sistem pipanisasi dalam menormalisasi lahan keri Peringgabaya, karena mengingat pada wilayah tersebut terdapat 72 Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) yang telah dibangun oleh BWS.

BACA JUGA  Satlantas Sumbawa Barat Peduli Banget Sih, Bagi - bagi Nasi Kotak di Taliwang

“Kedepan saluran pipa irigasi pertanian ini akan bisa interconeksi dengan sumur P2AT atau sumur air dalam yang sudah dibangun oleh BWS yang dikelola oleh kelompok. Di peringgabaya itu ada 72 sumur P2AT dengan debit air 20 liter per detik, ini yang akan kita koneksikan dalam program peningkatan optimalisasi lahan kering 2021”

Kasturi, juga membeberkan, selain wilayah Peringgabaya, potenai optimalisasi lahan kering juga terdapat di wilayah Sambelia dan Jerowaru (Rif)

Comments are closed.