Tata Ruang Kota Mataram, Rohman Farly Tawarkan Sistem Ini

119

Mataram, LOMBOKIM.com – Perencanaan tata ruang adalah ekspresi geografis yang merupakan cermin lingkup kebijakan yang dibuat dalam masyarakat terkait dengan perekonomian, sosial, dan kebudayaan.

Metode metode perencanaan ruang digunakan oleh sektor-sektor umum untuk membentuk alur distribusi sumber daya dan aktivitas yang terjadi dalam sebuah ruang dengan berbagai jenis dan skala.(Spatial Planing and Menagement* Nilsson, Kristina L Ryden, Lars)

Tata Ruang di Kota Mataram contohnya, pertumbuhan penduduk dan gelombang urban menjadi tantangan tersendiri untuk perencanaan dan pembangunan tata ruang perkotaan. Tentu saja dibutuhkan konsep yang jelas untuk tujuan masa depan kota jangka panjang.

Karena, “jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa menjadi faktor penghambat kemajuan dan juga sekaligus memicu peningkatan angka kemiskinan perkotaan,”demikian ulasan TIMES Indonesia* dalam berita tentang Rohman Farly yang diwawancarainya Rabu, (11/09/2019).

Dari Media Nasional* tersebut, Rohman Farly terbaca menatap bahwa di semua Kota besar, juga bisa saja terjadi di Kota Mataram, di mana pertumbuhan penduduk dan tingkat urbanisasi tinggi, sementara ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan sulit diraih. Rohman Farly juga  mengungkapkan, menangkap fenomena lazim pertumbuhan kota yang perlu strategi perencanaan dan pembangunan rata ruang yang mengakomodir dan mengantisipasi potensi permasalahan.

Lebih lengkap, sumber memberitakan; Salah satu yang ditawarkan Rohman Farly adalah konsep pembangunan tata ruang dan pembangunan kawasan berbasis potensi zonasi. “Konsepnya terlihat sederhana, ya mirip One Village One Produk di beberapa Desa unggulan nasional. Apa salahnya jika dalam hal tertentu Kota belajar dari Desa?,” tukasnya.

BACA JUGA  Formasi Pakar UMMat Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H

Kota Mataram, papar H Rohman Farly (HRF) dengam  6 Kecamatan yang masing-masing punya potensi dan permasalahannya sendiri-sendiri. Tentu hal ini yang perlu dicermati dalam hal perencanaan pembangunan ke depan. Ia mencontohkan, pendekatan pembangunan untuk kawasan di lingkar pesisir tentu jauh berbeda dengan kawasan di pusat perniagaan, juga sebaliknya.

Pembangunan berbasis potensi zonasi ini, menurutnya, akan memudahkan fokus pengembangan potensi yang ada di setiap zonasi kawasan itu sendiri. “Misalnya di pesisir masyarakat membutuhkan program yang berkaitan dengan Kelautan dan Perikanan, kemudian yang punya potensi wisata juga bisa disuport dengan kepariwisataan. Sehingga setiap kawasan disentuh sesuai dengan apa yang benar-benar dibutuhkan. Stakeholders yang terkait dengan potensi kawasan juga bisa disinergikan dengan baik, terintegrasi pada akhirnya,” tambah Rohman Farly

Dilanjutkan HRF, dengan pola demikian diharapkan akan tumbuh peluang lapangan kerja di setiap zonasi yang tumbuh dari potensi lokal mereka sendiri. Selain itu, dalam jangka menengah dan panjang, hal ini akan membantu meminimalisir terjadinya salah sasaran program pembangunan.

BACA JUGA  Beli Mobil Jual Warisan? Status Gokil WA Di Hari Sumpah Pemuda

“Sehingga apa yang difasilitasi pemerintah itu tidak mubazir karena salah sasaran, dan bisa lebih fokus kepada pengembangan potensi yang ada di kawasan,” imbuhnya. Pembangunan berbasis potensi zonasi, menurut HRF juga akan memudahkan pelaksanaan konsep penataan wilayah pada akhirnya. Penyediaan fasilitas umum, ruang terbuka hijau, dan juga pusat-pusat industri UMKM bisa lebih ditata dan dimaksimalkan.

Di kawasan pendidikan dan perkantoran, tentu akan berbeda dengan kawasan perniagaan, pusat transportasi seperti terminal, dan lain sebagainya. “Ke depan, ini juga akan menjadi ikon yang baik untuk Mataram. Jadi pengunjung domestik atau wisatawan luar yang datang bisa punya banyak pilihan,” ucap Rohman Farly yang berniat menjadi bakal calon Walikota Mataram. Semoga (AA/dit/lis*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.