Tanjoh Emang Keren..!! Dulu 3000 Masker, Kini Bilik dan Wastafel

207

Keruak, LOMBOKim.com – Aliansi Pemuda – Pemudi Tanjoh kembali bergerak melawan corona. Sebelumnya kegiatan produksi 3000 masker untuk Tanjung Luar telah rampung dan telah diadakan serah terima dengan Pemdes Tanjung Luar serta telah didistribusikan ke tiap rumah.

Tapi tak cukup sampai disitu, mereka merasa hal tersebut masih kurang. Kali ini mereka membuat bilik desinfektan, wastafel portable sekaligus memproduksi masker jilid 2. Kegiatan ini tidak lain adalah untuk melakukan pencegahan covid-19 di Desa Tanjung Luar.

Produksi masker jilid 1 kemarin merupakan program yang dianggarkan oleh pemerintah desa sebesar Rp 12 juta untuk 3000 masker. Kemudian untuk mempercepat proses produksi, mereka menggunakan dana dari donator terlebih dahulu sembari menunggu pencairan dana. Pasca pencairan dana desa, mereka mengganti dana dari donator yang digunakan sebelumnya dan akan digunakan untuk memproduksi bilik desinfektan, wastafel portable dan masker karena pada awalnya dana yang disumbangkan donator diniatkan untuk membuat bilik desinfektan.

Rencananya, bilik desinfektan dan wastafel portable ini akan ditempatkan di setiap dusun dan tidak menutup kemungkinan juga akan ditempatkan di area pasar mengingat pasar menjadi lokasi berkegiatan utama masyarakat Tanjung Luar. Pemilihan bilik desinfektan dianggap lebih efektif untuk mencegah covid-19 karna dengan melakukan penyemprotan desinfektan pada tumbuh, partikel-partikel yang mengandung virus yang menempel di tubuh kita dapat disterilkan.

Penggunaan cairan desinfektan pada bilik desinfektan ini juga memperhatikan rekomendasi dari beberapa otoritas terkait. Seperti yang telah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui surat nomor 433/P3KL/III/2020, yang menghimbau untuk menggunakan bahan antiseptic yang aman bagi manusia dan tidak mempunyai efek samping secara langsung maupun tidak langsung.

Ardani, Ketua Aliansi Pemuda/i Tanjoh menambahkan “Cairan desinfektan yang akan kami gunakan sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB,” tuturnya, Rabu (22/04/2020). Ia juga berharap agar gerakan mereka untuk mengantisipasi penularan covid-19 dapat menginspirasi pemuda/i di desa lainnya. (Yunita)

Comments are closed.