Stigma Karena Pandemic? Ingat! Ada Hikmahnya

265

Suralaga – LOMBOKim.com Menyikapi pandemic covid-19 ini, tidak sedikit masyarakat meresponnya dengan stigma negatif. Bagaimana tidak, gelombang PHK terus berlanjut hingga ribuan orang kehilangan pekerjaan, buruh harian merana karena tidak ada pemasukan, masyarakat merasa terpenjara layaknya narapidana karena himbauan stay at home yang membuat mereka harus menunda silaturahmi dengan keluarga, sahabat hingga menunda untuk beribadah, liburan, nongkrong dan sebagainya.

Terperangkap dalam stigma seperti itu pastinya membuat kita menjadi stres bahkan bisa menjadi beban sehari-hari. Tentunya hal ini disebabkan karena kita lebih fokus untuk mengkaji sesuatu dari sisi buruknya dan melupakan sisi baiknya hehehe. Jadi alangkah baiknya kita berfikir positif terkait pandemic ini. Terus apa hikmah yang bisa kita ambil dari situasi ini? Mari kita simak.

Quality time bersama keluarga
Pada kondisi normal tentunya kita lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerja dan bukan rahasia umum lagi jika istirahat menjadi pilihan terbaik ketika sesampai dirumah. Dan kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas sehari-hari hingga kita melupakan ada orang-orang tercinta yang mengharapkan kita untuk sekedar kumpul-kumpul keluarga walaupun sejenak. Melalui pandemic ini pemerintah menghimbau masyarakat untuk working from home. Tentunya ini bisa menjadi momen terbaik untuk bekerja sekaligus berkumpul dengan keluarga.

Quality time kepada Sang Pencipta
Bagi umat muslim mungkin akan kesulitan melakukan shalat dhuha di kantor karena rush hour atau jam sibuk kantor berlaku pada saat itu. Mungkin kita tidak sempat shalat tahajjud karena beban pekerjaan yang harus diprioritaskan hingga kita butuh istirahat lebih sampai sepertiga malam terlewatkan. Mungkin kita tidak sempat membaca Al-qur’an karena kita lebih sibuk membaca job desk di depan komputer seharian. Working from home ini ternyata memberikan kita kesempatan untuk melakukan ibadah sunnah yang sejatinya sulit dilakukan saat berada di kantor.

Meningkatkan rasa simpati
Lewat musibah pandemi covid-19 ini, Allah SWT menyadarkan kita untuk tidak apatis terhadap sesama. Tentunya musibah ini mendorong kita untuk berbagi terhadap sesama terlebih bagi saudara-saudara kita yang kehilangan mata pencaharian. Rasa kesatuan dan persatuan semakin nyata karena kita sadar berada pada posisi dan tujuan yang sama.

Berkurangnya emisi
Sumber kehidupan manusia yaitu udara yang dihirup. Tentunya jika udara terkontaminasi oleh emisi seperti CO2, CO dan Pb (timbal) pastinya akan berbahaya bagi manusia. Melalui penerapan PSBB dan himbauan stay at home dapat mengurangi kendaraan yang beroperasi dan membatasi kegiatan industri-industri sehingga emisi menurun secara signifikan. Dampaknya udara semakin bersih dan semakin aman untuk dihirup manusia.

Tentunya masih banyak hikmah yang bisa kita ambil dari pandemic covid-19 ini. Oleh karena itu, bijaklah dalam menyikapi suatu hal. Bisa saja persitiwa yang menurut kita merugikan, tapi sejatinya memiliki kebermanfaatan bagi kehidupan. Seperti Firman Allah SWT dalam surah Al-baqaroh ayat 216 “Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah SWT mengetahui sedangkan kamu tidak”. (Farid Wajdi)

Comments are closed.