Solusi Sederhana nan Efisien Dalam Mengatasi Peliknya Permasalahan Polusi Udara di Tanah Air

159

LOMBOKim.com – Setiap tahunnya jumlah kendaraan mengalami kenaikan yang signifikan. Tidak mengherankan jika gas buangan berbahaya seperti CO (karbon monoksida), THC (Total hidrokarbon), TSP (debu), NOx (oksida-oksida nitrogen) dan SOx (oksida-oksida sulfur), serta CO2 (karbon dioksida) meningkat di udara.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup kehadiran polusi-polusi tersebut berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan bahkan kematian karena polusi tersebut mengandung logam-logam yang dapat terakumulasi atau terkumpul di dalam tubuh. Kok bisa menyebabkan kematian? Tentu bisa karena kandungan karbon monoksida (CO) tinggi akan mengurangi oksigen dalam darah, sehingga terjadi gangguan berpikir serta NOx dapat merusak jaringan paru-paru.

Lalu apa saja solusi pemerintah dalam mengatasi polusi udara?

Pernahkah anda melihat ruang terbuka hijau (RTH) ditengah-tengah kota? Pasti kita semua tidak asing dengan taman Tugu, taman Selong di kota Selong, Kabupaten Lombok Timur dan taman Udayana di kota Mataram. Nah sadar atau tidak itulah RTH yang dibangun pemerintah sebagai upaya mengurangi polusi udara disamping sebagai estetika dan fungsi lainnya. Jadi keberadaan RTH sangat membantu mengurangi polusi udara.

Eittsss tunggu dulu, sadar atau tidak seiring pergantian tahun semakin banyak perluasan lahan loe. Dampaknya RTH, lahan-lahan pertanian, hutan dan lahan-lahan hijau lainnya di sulap menjadi perumahan, gedung-gedung tinggi, stadium, jalan tol sehingga RTH semakin menyempit. Kebayang gak kalo media penyerap polusi (tanaman dan pepohonan) terus ditebang sedangkan jumlah sumber polusi semakin bertambah? Speechless kan hehehe

Miris melihat kedaan sekarang tiba-tiba ane kepikiran tanaman lidah mertua. Emang apa istimewanya tanaman tersebut? Ternyata lidah mertua di nobatkan sebagai tanaman penyaring udara nomor satu oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang dapat diletakkan di mana saja karena tanaman ini dapat tumbuh meski hanya dengan cahaya lampu. Hebatnya lagi lidah mertua mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang ada di udara sehingga dapat memberikan kesegaran udara pada ruangan yang terkena polusi gas beracun.

Menurut penelitian Sahertian dan Martosupono satu helai daun lidah mertua dapat menyerap 0,938 g polutan dalam waktu satu jam saja. Wow ajaib bukan.

Jadi ini potensi yang bisa jadi solusi hehehe. Bagaimana caranya? Pemerintah bisa memanfaatkan gedung-gedung tinggi yang ada di perkotaan sebagai media untuk meletakkan tanaman tersebut, jadi setiap dinding-dinding gedung dikelilingi tanaman lidah mertua secara vertikal dan horizontal. Bayangkan jika terdapat ratusan gedung yang diimplementasikan dengan cara serupa di setiap kota? Tentunya banyak polutan yang akan terserap. Selain itu, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dapat memperbanyak jumlah tanaman lidah mertua sepanjang trotoar atau sisi jalan dan mensosialisasikan kepada masyarakat guna menumbuhkan kesadaran untuk menanam dan memperbanyak tanaman lidah mertua di setiap rumah.

Melalui cara demikian, keterbatasan lahan bukanlah menjadi hambatan untuk mengurangi polusi udara terutama di ibu kota kita yang tercinta heheh. (Farid Wajdi)

Comments are closed.