SKB Pemprov Ditarik, Keruak Tetap Rapid Test Berbasis Masjid Saat Shalat Jumat

152

Keruak, LOMBOKim.com –SKB (Surat Keputusan Bersama) oleh Pemprov NTB terkait diperbolehkannya Shalat Jumat dan Shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid ditarik pada hari Selasa (19/05/2020).

Hal ini dilakukan setelah rapat koordinasi Gubernur bersama Wakil Gubernur dan jajaran forkopimda di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB.

Meski SKB terkait diperbolehkannya Shalat Jumat dan Shalat Idul Fitri sudah ditarik oleh Pemprov NTB. Kecamatan Keruak sebagai salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Lotim akan tetap melaksanakan Shalat Jumat secara berjamaah di masjid.

Kamarudin selaku Camat Keruak, menyampikan Shalat Jumat secara berjamaah dilaksanakan di Kecamatan Keruak dalam rangka tahap rapid rest berbasis Masjid, namun tetap berdasarkan SOP Covid-19. Ini merupakan sekenario Pemda Lotim dari hasil rapat koordinasi Bupati Lotim beserta jajarannya.

“Jumatan di masjid Kecamatan dan masjid Desa, bukan semua masjid dalam rangka tahap rapid test berbasis masjid. SOP Covid-19 tiap pintu masjid disediakan tempat cuci tangan, jamaah tetap pakai masker dan akan diukur suhu tubuh. Apabila suhu diatas 38° keatas maka harus di rapid test dan kalau hasil reaktif harus diisolasi ke Rusunawa Labuan Lombok,” tutur Kamarudin kepada LOMBOKim.com, Rabu (20/05/2020).

Untuk Shalat Idul Fitri sendiri Camat Keruak menambahkan, masih belum ada keputusan dari Pemda Lotim. “Belum sampai Shalat Idul Fitri sabar, malam sabtu finalnya,” ujarnya.

Muhammad Zaini selaku Kepala Desa Ketangga Jeraeng yang akan melaksanakan rapid test berbasis masjid saat Shalat Jumat, ketika dikonfirmasi terkait dengan hal ini mengatakan, akan tetap mengadakan Shalat Jumat berjamaah di masjid Nurut Taqwa Ketangga Jeraeng sesuai dengan petunjuk Bapak Bupati Lotim.

“Kita tetap Jumatan sesuai petunjuk Pak Bupati,” tegasnya. (Izhar Ependi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.