Siswa SMK GRL Design Bekas Stick Ice Cream Jadi Rumah Impian

180

LIPUTAN SISWA, LOMBOKim.com Motivasi bisa datang darimana saja dan kapan saja, analogi tersebut rupanya diterapkan oleh Suriadi siswa SMK Gunung Rinjani Lombok yang termotivasi dengam stick ice cream untuk menciptakan kreatifitasnya.

Berhubung ada kaitannya dengan tugas Seni Budaya untuk membuat suatu karya berupa hand made dengan barang bekas tidak terpakai.Kemudian Suriadi membuat suatu karya dengan stick ice cream yang kebanyakan orang menganggapnya sampah menjadi sesuatu yang estetis dan tentu saja bernilai.

Karena ingin tahu saya mencoba untuk melakukan wawancara dengan saudara Suriadi dan alhamdulillah ada waktu dari nara sumber

Arlin : Mengapa Anda tertarik untuk membuat karya dengan stick ice cream?
Suriadi: Karena kebanyakan orang membuat suatu karya dengan sesuatu yang dibeli. Kemudian saya berpikir mengapa tidak mencoba untuk mendaur ulang barang bekas stick ice cream misalnya
Arlin : Bagaimana proses pembuatannya?
Suriadi: proses pembuatannya hanya menggunakan papan sebagai alas, stick ice cream, lem,serta keterampilan kita sendiri
Arin : Dalam pembuatan rumah stick ini apakah memerlukan waktu yang lama?
Suriadi: Tergantung kita yang mengerjakannya
Arlin : Sejak kapan Anda mulai membuat kerajinan dengan tangan dengan barang bekas?
Suriadi: Sebenarnya itu hanya iseng-iseng saja dan kebetulan ada tugas dari sekolah juga
Arlin : Siapa yang mengajari Anda sebelumnya?
Suriadi: Saya tidak pernah mengikuti kursus apapun sebelumnya
Arlin : Lalu, dimana Anda belajar?
Suriadi: kalau itu Saya memanfaatkan internet
Arlin : Baiklah, terima kasih atas waktunya untuk saya, sukses selalu dan terus berkreatifitas untuk memotivasi orang lain
Suriadi: Terima kasih kembali

Dari wawancara diatas dapat kita simpulkan bahwa berkreasi untuk menciptakan sesuatu itu tidak hanya dengan skill, asal ada kemauan apapun bisa dilakukan.Keterampilan dapat dikembangkan dengan belajar otodidak dan tidak mesti harus kursus dan lain sebagainya.

Ditulis Oleh : Arlin Riskawati

Comments are closed.