Selain Data Ini, Baznas Lotim Sasar ZIS Terdampak Corona

99

 

Selong, LOMBOKim – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, selain menjalankan tupoksinya, juga aktif bergerak membantu warga terdampak corona. Selain membagikan masker, Baznas Lombok Timur berbagi dan membantu pemulihan perekonomian warga.

Wakil Ketua IV Baznas Lombok Timur, Ir. Nazri mengatakan, ditengah penanganan Covid-19, Baznas Lombok Timur tetap menjalankan tugas dan fungsinya dalam hal pengumpulan, pendistribusian dan pelaporan penerimaan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS).

Namun menyesuaikan kondisi ini, lanjutnya, Baznas pusat mengeluarkan surat edaran nomor 01 tahun 2020, tentang Pendistribusian Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), untuk mendukung upaya penanganan wabah Covid-19 serta penanggulangan dampak Covid-19 bagi perekonomian masyarakat.

Dalam surat edaran ini, ditegaskan bahwa seluruh Baznas di daerah harus tetap melakukan pendistribusian ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL), sesuai dengan syariat islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Pendistribusian untuk mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19, seperti pengadaan APD, masker dan lain sebagainya, diperbolehkan menggunakan sumber biaya dari infaq, shodaqoh, dan DSKL,” katanya.

Dalam surat edaran tersebut, juga telah ditetapkan enam kluster  atau sasaran yang berhak mendapat bantuan dari Baznas. Pertama, kluster tenaga pendidik dan dakwah, seperti guru honorer, marbot, penceramah, dan sejenisnya.

Kedua, kluster usaha mikro kecil (UMK), seperti pedagang asongan, warung, dan lain-lain. Ketiga, kluster buruh formal, seperti tenaga honorer, penjaga sekolah, dan lain-lain. Keempat, kluster buruh informal, seperti tukang parkir, buruh pasar, dan sebagainya. Kelima, kluster korban PHK dan pengangguran.

“Kita akan cari. Karena mereka betul-betul terdampak,” tandas mantan wartawan ini.

Dia menambahkan,  jenis bantuan yang akan diberikan berbeda-beda, tergantung kondisi keluarga penerima bantuan. Ada dalam bentuk sembako maupun uang tunai.

“Basis penyaluran kita tidak hanya menggunakan data saja, tetapi juga realita,” lanjutnya.(L.Ramli N)

Comments are closed.