Sedih! Lansia Dihapus sebagai Penerima Program Sembako

517

Ketangga Jeraeng, LOMBOKim.com – Diusia senja, bagi sebagian orang menjadi masa atau saat -saat untuk menikmati kehidupuan bersama keluarga, dirumah sederhana dengan fasilitas memadai ditengah keluarga yang rindang. Namun, untuk sebagian lansia dengan ekonomi ke bawah mungkin itu hanyalan penghibur duka lara.

Hal ini dirasakan oleh Kakek Zubaidi. Lansia yang berusia 65 tahun kelahiran Desa Ketangga Jeraeng Kecamatan Keruak ini, harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dikarenakan tinggal seorang diri dalam gubuk sederhana yang berdindingkan pagar.

“Saya untuk makan sehari-hari harus banting tulang berjualan ayam yang saya beli dari warga dan membawanya kepasar untuk dijual dengan silisih keuntungan yang tidak seberapa,” tuturnya kepada LOMBOKim.com, Sabtu (4/4/2020).

Namun dikarenakan ada himbaun dari Pemerintah Daerah untuk masyarakat tidak keluar rumah akibat dari mewabahnya pandemi Virus Corona membuat pasar menjadi sepi pembeli.

“Akibat dari pandemi Virus Corona saya tidak bisa keluar kemana-mana. Selain takut terpapar, saya juga percuman ke Pasar karena di Pasarpun sepi pembeli,” imbuhnya.

Hal ini mengakibatkan Kake Zubaidi tidak memiliki pemasukan. “Saat ini saya tidak memiliki pendapatan untuk diharapkan selain dari pendapatan dari berjualan ayam. Diusia saya yang renta ini cuman itu yang dapat saya lakukan,” tuturnya dengan nada pasrah.

Naasnya, sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah pemasukan tidak ada, bantuan ‘program sembako’ dari Dinas Sosialpun dicabut dengan alasan yang tidak jelas.

“Dari masa pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sampai Pak Jokowi saya selalu dapat bantun. Terakhir saya dapat beras 10 kg dan telur 1/2 tree. Namun kemarin saat mau mengambil sembako, petugasnya mengatakan kalau nama saya dihapus. Sayapun menanyakan alasannya tapi petugasnya tidak menjawab. Sontak saya merasa terpukul namun apalah daya, saya hanya rakyat kecil yang tidak bisa berbuat apa,” tuturnya dengan nada sedih.

Kake Zubaidi berharap semoga tidak ada yang mengalami nasip seperti dia.

“Saya berharap semoga hanya saya yang mengalami nasip seperti ini dan untuk pemerintah tolong untuk lebih memperhatikan nasip kami para lansia yang terkadang hidup dari pemberian orang,” imbuh kake yang saat ini sebagai asisten marbot musholla. (Izhar Ependi, S.M)

Comments are closed.