“Santong: Santai Dong” Desa Tersantai dalam Penanganan Covid-19

1.793

Santong, LOMBOKim.com – Namanya Desa Santong, bukan Santong Lombok Utara ya! Tapi Desa Santong, Kecamatan Terara, Kab. Lombok Timur. Saya mau bahas sedikit kelakuan aparaturnya terkait bagaimana respon mereka dalam menangani pandemi Covid-19.

Saat Desa lain sudah bergerak cepat untuk melakukan antisipasi penyebaran Covid-19. Bahkan desa tetangganya menganggarkan sebesar 30 juta untuk penanganan Covid-19. Desa Santong berkata Santai Dong! “Kan sudah kita “dipalak” 2 juta rupiah oleh Karang Taruna untuk melakukan penyemprotan. Harusnya sih cukup dengan tindakan itu.”

Saat Desa lain sudah melakukan pengadaan alat cuci tangan di beberapa titik dan pemberian masker untuk warganya. Desa Santong masih berkata Santai Dong! “Kan kita sudah sama-sama paham tentang pentingnya mencuci tangan. Warga bisa cuci tangan di rumah. Jikapun harus keluar rumah, warga sudah paham harus menggunakan masker.”

BACA JUGA  Marak Aksi Pencurian, Warga Dusun Batu Sela Galakkan Ronda Malam

Saat Desa lain sudah melakukan pembentukan Satgas Desa untuk Covid-19. Satgas ini juga sudah mengeksekusi banyak program dari anggaran desa. Desa Santong masih berkata Santai Dong! “Kita masih pembangunan gedung Kantor Desa yang baru, jadi kita belum bisa membentuk Satgas sampai saat ini.”

Saat Desa Lain sudah melakukan Musrembangdes perubahan khusus penanganan Covid-19. Desa Santong tetap berkata Santai Dong! “Perubahan itu tidak mudah. Diperlukan proses panjang karena harus menggeser banyak program-program tidak prioritas.”

Saat kami mencoba memancing “ketersinggungan” Santong dengan membagikan masker gratis bersama Karang Taruna kepada warga yang baru pulang dari daerah terdampak dan luar negeri. Bukan malah berterima kasih, Santong menegur kami dengan mengatakan data orang yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri tidak boleh diketahui oleh masyarakat.

Saat kami mencoba mendorong percepatan proses yang seharusnya mereka kerjakan. Kita mendorong agar prosesnya disegerakan. Segera melakukan Pembentukan Satgas Covid-19 (Relawan), Melakukan Musrembangdes Perubahan, Melakukan pendataan untuk penerima BLT, dan yang lainnya. Desa Santong berkata “Kami sedang Bekerja”.

Saat kami menyodorkan berbagai Surat Edaran Kemendes, Surat Edaran Sekda, dan Surat Edaran terkait lainnya. Santong seolah sudah hafal surat itu, layaknya dia menghafal surat pendek. Tapi melakukan perintah yang tertuang dalam surat itu masih berat, sama seperti susahnya mengamalkan perintah dalam surat pendek yang ia hafal.

BACA JUGA  Agar Eksis, Gubernur NTB Ingatkan Pengusaha Lokal Ambil Peluang Di Tahun 2021

Duh, Apa harus kepala desa dulu yang terjangkit baru mereka menganggap virus ini? Saya doakan pembangunan gedung pemerintahannya berjalan lancar. Karena saya melihat prosesnya lebih sering istirahat karena diterjang hujan. Semoga tidak ada gempa melanda, karena konon gedung yang dikerjakan saat musim hujan akan dikerjakan buru-buru dan “biasanya” hasilnya kurang optimal. Sehat selalu Tong.

Tentang Penulis: Muhamad Bai’ul Hak (Ketua Mata Garuda NTB sekaligus alumni University of Adelaide)

2 Comments
  1. Zhaak Jack says

    Terlalu santai

  2. Itachi says

    Sakit hati masyarakat min dengan kelakuan aparatur desa yang kayak begitu

Leave A Reply

Your email address will not be published.