Sampah Medis Pasien Covid-19 di NTB, Dibuang Kemana?

186

NTB, LOMBOKim.com – Jumlah sampah di Nusa Tenggara Barat  belum bisa teratasi dengan maksimal, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov NTB dalam mengatasi sampah. Salah satunya dengan program Zero Waste atau NTB bebas sampah. Tapi pertanyaannya, khusus untuk sampah medis sudah dapat didaur ulang atau tidak?

Dilansir dari Tirto.id berdasarkan data tahun 2019 menyebutkan, jumlah limbah medis di Indonesia mencapai 242 ton per hari, dari sekitar 2.800 rumah sakit di seluruh Indonesia. jumlah yang sangat bayak.

BACA JUGA  Tolak Omnibus Law! Mahasiswa Siap Geruduk Kantor DPRD NTB

Ditengah merebaknya pandemi Covid-19, data total pasien positif per 3 Mei 2020 menurut corona.ntbprov.go.id, kasus Covid-19 di NTB berjumlah 250 orang, tentu dengan jumlah pasien yang kian mengkhawatirkan  akan menghasilkan sampah medis kian bertambah.

Sampah medis yang paling banyak di hasilkan antara lain sampah alat pelindung diri APD, baik yang digunakan oleh pasien positif covid-19 maupun TIM Medis yang menangani. limbah medis termasuk sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

Seperti yang diungkapkan Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) Bagong Suyoto dalam Tirto.id mengatakan limbah medis yang dihasilkan dari penanganan pandemi COVID-19 potensial menimbulkan masalah. Jika limbah tidak dikelola sesuai prosedur, maka ada potensi virus menyebar ke warga terutama para petugas kebersihan.

BACA JUGA  Tren Covid-19 NTB Menurun, Masyarakat Diminta Jangan Lengah

Lantas selama ini Pemprov NTB kemanakan limbah medis dari kasus COVID-19 di NTB. Apakah sudah ada kebijakan yang dikeluarkan dalam mengatasi limbah medis pasien positif COVID-19?

Jangan sampai setelah pandemi ini berakhir, akan muncu permasalahan baru yang dapat merugikan masyarakat NTB lagi. (Lalu Haris Indawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.