Kisah Raja Dermawan dengan Bawahan Korup

183

LOMBOKim.com – Alkisah, pada zaman dahulu kala. Ada sebuah kerajaan besar bernama Mindo, memiliki kekayaan alam tiada tara. Didukung dengan tanah yang subur, kerajaan ini bak surga di muka bumi. Kerajaan ini dipimpin oleh Raja Prabu Owi dan para Sinopatinya.

Pada suatu hari, kerajaan ini ditimpa oleh wabah penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan. Untuk menghentikan wabah ini, Raja Owi terpaksa menutup kerajaannya dan tidak mengizinkan rakyatnya untuk keluar dari negeri Mindo.

 “Para Sinopati tutup kerajaan untuk sementara, jangan kasih rakyat keluar. Suruh mereka dirumah aja,” perintah Raja Owi.

“Siap Paduka, Kami laksanakan.”

Setelah kerajaan ditutup dari aktivitas luar, sontak perekonomian kerjaaan Mindo jadi kacau. Hal ini membuat banyak rakyat kerajaan Mindo dilanda kelaparan terutama rakyat miskin diseantero negeri.

Mengetahui ini, Raja Owi dengan sigap langsungmemberikan bantuan berupa makanan kepada seluruh rakyatnya.

 “Wahay rakyatku, Saya tau kalian kelaparan karena wabah ini. Untuk itu, kerajaan akan kasih kalian makanan selama 3 bulan, agar kalian tetap bisa makan selama wabah ini,” kata Raja Owi.

“Tapi ingat bantuan ini untuk orang miskin!”

Bantuanpun didistribusikan keseantero negeri. Raja Owipun bangga telah memberikan bantuan kepada rakyatnya.

Namun, benarkan bantuan diterima oleh Rakyat Raja Owi yang miskin?

Setelah bantuan didistribusikan ternyata bantuan tersebut tidak cukup. Raja Owipun kembali memberikan bantuan. Ternyata masih belum cukup. Lagi didistribusikan sampe 3 kali. Ternyat masih belum cukup.

Raja Owipun penasaran kenapa bantuan sebanyak itu belum cukup juga untuk rakyatnya. Ternyata saat di cek dilapangan. Rakyatnnya semua ngaku miskin dan berhak mendapatkan bantuan. Bahkan meraka yang kaya yang terlebih dahulu mendapatkan bantuan.

Raja Owipun mengumpulkan semua Sinopatinya. Dan ditanya kenapa bantuan tidak cukup dan banyakan orang kaya yang menerimannya.

“Wahay Sinopatiku, kenapa bantuan yang aku kasih ke rakyatku tidak pernah cukup? Dan bahkan yang kaya terlebih dahulu mendapatkan bantuan?” sergah Raja Owi.

 “Anu…Emm…Maaf baginda rakyat kita semua ngaku miskin, terus yang dapat bantuan orang terdekat dengan pemimpin wilayah mereke.”

“Kenapa kalian tidak awasi mereka?” tanya Raja Owi.

“Maaf baginda kami sudah kirim pengawah tapi para pengawasnya juga dapat jatah,” kata para Sinopati.

Raya Owipun pasrah dan setres sehingga kerajaan itu berakhir akibat ulah bawahan yang tidak amanah dan serakah dengan mengambil hak rakyat mereka sendiri.

Kesimpulan: Jadi, sebanyak apapun Raja Owi kasih bantuan kerakyatnya maka tidak akan pernah akan cukup, selain karena semua rakyatnya ngaku menjadi orang yang paling berhak mendapatkan. Para bahawan kerajaan juga serakah dan tidak amanah dengan memberikan bantuan kepada orang yang dekat dengan mereka.

Ditulis Oleh : Izhar Ependi

Comments are closed.