Publikasi KTI Disorot Tim Jurnal Almamater6791 dan Lombokim Foundation

279

Selong, LOMBOKim – Minat publikasi karya tulis ilmiah yang sebatas untuk kebutuhan kenaikan pangkat dan persyaratan lainnya menjadi sorotan Tim Jurnal Almamater6791 dan Lombokim Foundation.

Publikasi Karya Ilmiah di Jurnal Ilmiah terpantau hanya dibutuhkan dan atau menjadi penting ketika kalangan profesional menjalani proses kenaikan pangkat dan atau persyaratan lainnya.

“Banyak hasil karya Ilmiah yang bermutu dan penting dipublikasikan sebagai inspirasi untuk kegiatan – kegiatan Ilmiah, dan informasi hasil penelitian lainnya, namun banyak pula yang hanya sebagai koleksi perpustakaan, dan kerap menjadi makanan rayap,” kata Hamzanide, Ketua Lombokim Foundation sekaligus Tim Redaktur  Jurnal Almamater6791

BACA JUGA  Sekdis Dikbud Lotim Buka Acara Pelatihan Karya Tulis Ilmiah & Publikasi Ilmiah

Dari keadaan itu, ada keprihatinan yang kemudian muncul dan penting ditindaklanjuti dengan usaha inovasi. Pihaknya kemudian akan menggandeng konsorsium atau mitra yaitu Yayasan Alumni SPG Negeri Selong untuk mengupayakan itu.

Selain pola yang sudah ada, Inovasi yang dibutuhkan diantaranya bagaimana Tim bisa mengadvokasi pola terkait publikasi hasil karya tulis Ilmiah dengan metode Jurnalistik.

BACA JUGA  Daftar Nama Desa, Alamat, Kode Pos dan Kecamatan di Lombok Utara

“Misalnya ada peneliti, atau mahasiswa dll, yang ingin menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) maka peneliti itu bisa bermitra Lombokim.com dan atau media lainnya untuk kerjasama mempublikasikan kegiatannya secara digital dengan gaya bahasa Jurnalistik dan Tim Almamater yang sudah memiliki ISSN siap juga mewadahi dalam bentuk cetak,”jelasnya.

Dilanjutkan, di era digital seperti saat ini publikasi karya Ilmiah seharusnya tidak cukup hanya dengan Jurnal Ilmiah Cetak, dan E Jurnal saja, tapi harus ada ketegasan atau aturan tambahan agar hasil penelitian para peneliti bisa terpublikasi luas, singkat dan bisa dikonsumsi publik dengan gaya bahasa berita atau gaya penulisan Jurnalistik.

BACA JUGA  Cara Membuat Cover Dalam Karya Tulis Ilmiah

“Bukan karya ilmiahnya yang bergaya penulisan Jurnalistik, tapi sang peneliti yang diwawancara atau dirilis karyanya, diberitakan statemennya terkait proses dan atau hasil penelitiannya. Jika ada pemacuan seperti itu, kan bisa mengurangi indikasi sarjana copy paste, roti atau bisa memacu kompetensi hasil dan terapan hasil penelitian” lanjutnya. (Tim/Omz/Iz)

Leave A Reply

Your email address will not be published.