Puasa Ramadan Dapat Membantu Regenerasi Sel Dalam Tubuh

131

LOMBOKim.com – Puasa ramadan merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim di dunia selama bulan ramadan. Dalam waktu yang ditentukan, mulai dari terbitnya fajar sampai terbenannya matahari umat muslim dilarang makan, minum, dan berhubungan seksual guna untuk mendekatkan diri dengan Allah swt.

Selain dalam perspektif islam, puasa ramadan juga diyakini mampu meningkatkan kesehatan. Puasa ramadan dapat membantu mempercepat proses regenerasi sel yang rusak menjadi sel baru dalam tubuh manusia. Proses regenerasi sel ini dikenal dengan istilah autopagi.
Mekanisme autopagi ini sendiri di temukan oleh profesor Yoshinuri Ohsumi dari Jepang. Berdasarkan temuannya ini pula Profesor Ohsumi dianugerahi hadiah nobel dalam bidang kedokteran tahun 2016.

Menurut profesor Ohsumi sel dapat memakan dirinya sendiri dalam rangkan untuk menghancurkan dan mendaur ulang komponen sel yang telah rusak.
Sebuah sel bisa menghancurkan komponen selnya sendiri ketika sel tersebut berada dalam kelaparan dengan cara melingkupinya dengan membran yang disebut lisosom. Ketika sel mengalami kelaparan mereka akan memakan perotein untuk diolah menjadi energi. Protein yang dimakan ini berasal dari organel sel yang telah rusak. Dari proses inilah autophagi memegang peranan penting untuk meniadakan sel yang telah rusak dan memberikan kesempatan kepada sel tersebut untuk mereparasi dirinya dengan membentuk organel sel yang baru.

Selain memegang peranan dalam mendaur ulang sel yang telah rusak, autopagi juga dapat berperan sebagai pertahanan sel dari serangan bakteri dan virus. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Takahama tahun 2018 menunjukkan bahwa autopagi dapat melindungi sel dari serangan mikroorganisme asing dengan cara memakan bakteri dan virus tersebut.
Autopagi hanya akan terjadi ketika sel dalam kondisi lapar atau kekurangan pasukan makanan. Salah satu cara untuk membuat autopagi aktif adalah dengan berpuasa. Ketika berpuasa insulin (mengatur metabolisme karbohidrat) menurun dan glukagon (meningkatkan kadar gula darah) meningkat. Terjadinya peningkatan glukagon inilah yang merasang terjadinya proses autophagi.

BACA JUGA  Lockdown dan Karantina, Menguntungkan Atau Merugikan Ekonomi Daerah

Sebaliknya Ketika seorang makan hormon insulin akan meningkat sementara glukagon akan menurun. Hal ini akan mematikan proses autopagi. Gula dan protein berlebih akan membuat proses pembersihan terhambat dan terjadi penumpukan sel mati dalam tubuh.
Penumpukan sel mati dalam tubuh dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit seperti obesitas, kanker, diabetes, inveksi bakteri dan virus serta penyakit disfungsi saraf.

Singkatnya dengan berpuasa dapat membatu sel dalam tubuh untuk beregenerasi. Regenerasi sel ini dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah terjadinya berbagai penyakit. (Hudori Rahman)

BACA JUGA  Keistimewaan Puasa di Bulan Syawal

Leave A Reply

Your email address will not be published.