Puasa Di Tengah Pandemi, Apa Bedanya?

154

LOMBOKim.com – Tidak terasa Bulan Suci Ramadhan tinggal menghitung jam. Namun, Bulan Suci Ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda bagi umat muslim diseluruh dunia. Kok beda??? Iya beda, Bulan Suci Ramadhan terdahulu disambut dengan penuh suka cita, tanpa keadaan yang mencekam. Setiap rumah mengadakan sukuran kedatangan bulan ini. Masjidpun ramai dengan berbagai macam hidangan yang sungguh menggugah selera. Anak-anak kecil penuh keceriaan akan berlarian berebutan makanan.

Tapi sekarang, karena pandemi keadaan 180 derajat berbeda. Tidak ada sukuran, tidak ada shalat sunnah terawih dimasjid dan yang paling membuat sedih adalah tidak ada buka puasa bersama. Buka puasa bersama yang mungkin bagi sebagian orang digunakan sebagai ajang reuni. Buka puasa bersama memang menjadi paling dinanti bukan hanya tentang hidangan makannya tapi rasa kebersamaannya. Disinilah kebanyakan orang melepas rasa rindu dan mengembalikan memori indah, disaat kita mulai disibukkan dengan perkerjaan, dan untuk yang sudah menikah disibukkan dengan anak dan keluarga.

Entah apa rahasia tuhan menurunkan pandemi ini. Akan tetapi yang pasti adalah, setidaknya kita harus sadar untuk kembali kepada tuhan yang sudah jauh kita tinggalkan dengan alasan kesibukan dunia. Sekarang tuhan telah memaksa menghentikan segala aktivitas dunia dan seharusnya kita menggantinya dengan aktivitas akhirat. Tuhan mengingatkan kita semua, dengan mengirimkan mahluk kecil yang bahkan tidak terlihat mampu merubah siklus dunia dan menelanjangi manusia yang penuh dengan ego.

Akhirnya, kita harus mulai membuka fikiran, untuk memahami arti penciptaan kita di Bulan Suci Ramadhan ini. Bulan penuh berkah untuk membersihkan hati dan fikiran kita dari kotornya dunia.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat : 56) (Izhar Ependi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.