Problem Sampah di Kota Santri, Kepala Desa & Warga Anjani Ajak Renungi Ini

453

Anjani – LOMBOKim.com Desa Santri, begitu sebutan akrab desa Anjani karena keberadaan pesantren Nahdatul Wathan. Desa ini merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Uniknya desa ini pernah menjadi salah satu tujuan Kunker (Kunjungan Kerja) Presiden Jokowi di tahun 2017 silam.

Sebagai salah satu pusat pendidikan yang dikunjungi ribuan pelajar setiap tahunnya, Pemerintah Desa Anjani terus berjuang membenahi dan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi permasalahan desa, salah satunya adalah permasalahan sampah.

Menurut Firman warga dusun Anjani Selatan, beberapa tahun silam belum ada kebijakan konkrit Pemdes yang mengatur terkait permasalahan sampah di Anjani. Sehingga, masyarakat mulai terbiasa membuang sampah sembarangan seperti di kali, lahan kosong, tanah galian dan sebagainya. Dampaknya saluran irigasi menjadi terganggu. Seperti tersumbatnya saluran irigasi di RT 01, Anjani Selatan.

Menyikapi hal tersebut, pemdes Anjani dibawah kepemimpinan Kades H. M. Zulkarnain mengambil kebijakan untuk memberlakukan sistem pengangkutan sampah menuju TPA (Tempat pembuangan akhir) yang terletak di dusun Anjani Selatan menggunakan truk. Pengangkutan sampah sudah terjadwal sehingga setiap dusun memiliki jadwal tersendiri untuk membuang sampah. Terbukti kebijakan tersebut dapat meminimalisir permasalahan sampah di desa Anjani.

BACA JUGA  Gelar Aksi Tolak Ritel Modern, Masa Aksi Anggap Bupati Pembohong.

Akan tetapi, apakah dengan kebijakan tersebut permasalahan sampah dapat terselsaikan? Pastinya tidak, hal tersebut bahkan dapat memunculkan permasalahan baru. Bukan tidak mungkin seiring berjalannya waktu TPA di desa Anjani akan over capacity dan menimbulkan permasalahan yang semakin kompleks seperti masalah kerusakan lingkungan, munculnya bau tidak sedap, estetika dan tidak terkecuali masalah kesehatan.

Lebih lanjut, Pak Sapoan selaku Ketua Satgas Kebersihan Desa Anjani menjelaskan “Pemdes Anjani sudah mewacanakan pembangunan bank sampah desa yang dapat mengolah sampah organik dan sampah anorganik sehingga nantinya memiliki nilai ekonomis” ujarnya (30/04/2020). Dengan begitu, tidak ada lagi penumpukan sampah di TPA sekaligus dapat mendukung program pemerintah provinsi yaitu NTB zero waste dan penerapan green technology.

BACA JUGA  Program Kampung Sehat, Polda NTB Gerakkan Satuan

Jadi sudah sewajarnya kita berterima kasih kepada pemerintah yang telah berjuang mengatasi permasalahan sampah. Tentunya permasalahan ini tidak akan pernah selsai tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Coba renungkan, berapa banyak kerugian dari membuang sampah tanpa pengelolaan yang benar. Katakanlah banjir, pencemaran udara, merusak kualitas air tanah, bahkan menyebabkan penyakit DBD, kolera dan sebagainya. Sehingga bijak terhadap lingkungan sangat penting brohh. Ingat! Bagaimana cara kita memperlakukan lingkungan, begitu juga alam akan memperlakukan kita nantinya (Farid Wajdi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.