Pornografi Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini Penjelasannya

265

LOMBOKim.com – Helo sobat kimmer, Di era industri 4.0, teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi manusia tak terkecuali penggunaan gadget. Tidak mengherankan jika semua kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia sudah addictive atau ketergantungan terhadap gadget.

Tentu kita sadar gadget hadir sebagai solusi, tapi pada kasus tertentu gadget menjadi youth destroyer atau perusak generasi muda. Kok bisa? Tentu sangat bisa, karena gadget menawarkan kemudahan dalam mengakses segala hal termasuk hal-hal yang menjurus ke pornografi.

Pornografi sudah dianggap sebagai stress reliever atau penghilang stres bagi beberapa orang, terutama anak muda yang memiliki tingkat hormon tinggi. Namun tanpa kita sadari, inilah yang disebut narkolema (Narkotika lewat mata) layaknya obat penenang.

Lalu benarkah pornografi lebih berbahaya dari narkoba? Ifa Aryani, Direktur Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak menjelaskan bahwa pornografi bisa merusak lima bagian otak manusia, sementara narkoba menyebabkan kerusakan di tiga bagian otak. Salah satu bagian otak penting yang dirusak adalah PFC (Pre Frontal Cortex).

Dikutip dari website RSUP Dr. Sardjito, manusia memiliki PFC yang posisinya tepat dibelakang kening. bagian otak ini merupakan salah satu bagian yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki oleh manusia sehingga manusia memiliki etika bila dibandingkan binatang. Bagian otak ini berfungsi untuk menata emosi, memahami dan membedakan benar dan salah, mengendalikan diri, berfikir dan merencanakan masa depan dan berperilaku sosial.

BACA JUGA  Lombokim Foundation Akan Bantu Korban Perkara Ke Masjid dan Kuburan

Lalu bagaimana pornografi merusak otak? Baik mari kita simak baik-baik. Mengkonsumsi pornografi memberikan rasa senang dan bahagia, dimana perasaan senang tersebut muncul karena tubuh mengalirkan hormon dopamine ke PFC. Seiring waktu rasa senang ini akan memicu rasa penasaran dan kecanduan berlebih yang mengarah ke onani yang memicu dopamine lebih banyak lagi. Artinya semakin intens mengkonsumsi pornografi maka semakin banyak dopamin yang dialirkan ke PFC. Karena terus dibanjiri dopamin, PFC akan semakin mengkerut dan mengecil dan lama-lama menjadi tidak aktif akibanya fungsi dari bagian otak ini semakin tidak aktif.

BACA JUGA  Kim dan Rilis, Opsi Pemerintah Imbangi Koneksi Jahat

Bisa kebayang nggk kalo PFC tidak aktif? Pastinya insting manusiawi seseorang akan hilang, tak ayal pornografi dapat memicu seseorang melakukan pemerkosaan, kekerasan bahkan pembunuhan. Naudzubillah.

Jadi mengapa pornografi lebih berbahaya dari narkoba? narkoba sifatnya virtual dan pelaku narkoba mendapatkan kesenangan melalui konsumsi obat terlarang, sementara pornografi sifatnya cyberspace atau non-virtual dan pelaku pornografi menjadikan orang lain sebagai objek kesenangan. Jadi sekarang sudah pahamkan bagaiamana toxic nya pornografi.

Maka melalui tulisan ini kami ingin mengingatkan bahwa dampak pornografi itu menyeluruh, tidak hanya merugikan diri sendiri tapi merugikan orang lain. Jadi mari selamatkan masa muda, masa depan kita melalui. Say no to pornografi Kimmer. (Farid Wajdi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.