Peternak di Keruak Memprihatinkan, Kepala UPT Peternakan Angkat Bicara

398

Keruak, LOMBOKim.com – Melihat banyaknya problematika dan dilema dalam sektor peternakan di Kecamatan Keruak, Lombok Timur, NTB.  UPT Peternakan Kecamatan Keruak dalam hal ini sudah melakukan berbagai gagasan dan upaya yang tidak lain tujuannya adalah untuk mengembangkan sektor peternakan sehingga visi terwujudnya NTB sebagai sentra produksi peternakan menuju industrialisasi dalam meningkatkan kesejahteraan bisa tercapai.

Kepala UPT Peternakan Kecamatan Keruak, Fathul Hairil kepada LOMBOKim.com ketika ditemui di kantornya, Senin (13/04/2020) mengungkapkan bahwa sektor peternakan di wilayah Keruak masih sangat membutuhkan perhatian dalam upaya mengoptimalkan hasil ternak serta pengelolaannya,

“Dari sekitar 50 kelompok ternak yang ada di Kecamatan Keruak, tidak semuanya masih aktif hingga sekarang,” ungkapnya

BACA JUGA  Nasip Buruh Di Tengah Pandemi dan Omnibus Law

Lemahnya sektor peternakan bukan hanya disebabkan oleh masalah yang timbul dari Dinas Peternakan, melainkan juga dari keseriusan masyarakat masih kurang dalam beternak. Selain itu, orientasi masyarakat untuk membangun sektor peternakan sering memperlihatkan asumsi “giat” jika akan mendapatkan bantuan-bantuan dari pemerintah.

“Masyarakat ini akan segera berlomba-lomba membuat kelompok ternak ketika ada bau-bau bantuan dalam bentuk sapi dan lain-lain,” keluhnya..

Ditambahkan, pembinaan kelompok ternak yang sebenarnya dihajatkan untuk mendongrak perekonomian masyarakat, masih banyak yang memandangnya sebagai jalan untuk mendapatkan bantuan semata. Menanggapinya pihaknya akan bersikap tegas jika ada kelompok yang sudah mendapatkan hibbah, tapi bermasalah

“Kelompok ternak yang menerima bansos dari tahun 2017 hingga 2019 yang memiliki data kurang jelas atau bermasalah akan diproses lebih lanjut secara hukum yang berlaku,” tegasnya.

Adapun data kelompok ternak yang bermasalah sampai sekarang dibeberkan mencapai 51 kelompok ternak. Salah satu upaya yang dilakukan UPT Peternakan Kecamatan keruak yang pertama adalah mendata dan verifikasi ulang jumlah kelompok ternak pada wilayah administratifnya. Sehingga, dalam pengembangan sektor peternakan untuk kedepannya sangat mudah dalam administrasi dan melayani kelompok peternak di Kecamatan Keruak.

BACA JUGA  Blusukan ke Desa Terpencil di Sumbawa dan KSB, Gubernur Derdialog Langsung dengan Masyarakat

Ia berharap ada kelompok ternak yang aktif agar mudah dibina. “Di satu desa minimal ada satu kelompok ternak yang aktif agar kedepanya sektor peternakan lebih mudah dibina dan diberikan kegiatan-kegiatan seperti kontes ternak dan lain sebagainya,”harapnya.

Terhadap itu, Kanit Peternakan Kecamatan Keruak berharap orientasi masyarakat dalam beternak jangan hanya untuk memelihara dan menjual hasil ternak saja, jangan pula berasumsi untuk mempermudah mendapatkan bansos (bantuan sosial). Pihaknya berharap semua elemen bisa menjalankan amanah untuk kembali ke Visi (Khalid rozani)

1 Comment
  1. Rozi says

    Mantul . Permasalahan itu harus di tau semua masyarakat akar bisa berbenah

Leave A Reply

Your email address will not be published.