Petani di Keruak Terancam Gagal Panen

159

KETANGGA JERAENG, LOMBOKim – Sebagian petani di kecamatan Keruak hanya bisa pasrah melihat sawah mereka mengalami kekeringan. Hal ini diakibatkan oleh curah hujan yang rendah. Selain itu kekeringan tersebut juga diduga karena pengairan di sawah warga tidak merata karena kurangnya suplai air yang informasinya biasa didapatkan warga dari bendungan Pandan Dure.

Kepada LOMBOKim.com, Kamis (2/4) Ahmadi yang merupakan salah satu petani di desa Ketangga Jeraeng kecamatan Keruak ,Lombok Timur menuturkan bahwa padi di sawahnya tak lama lagi akan berbuah, namun karena padi tersebut membutuhkan air, maka hampa harapannya untuk untuk bisa menikmati hasilnya.

BACA JUGA  Mendagri Dorong Realisasi APBD

“Karena sudah satu bulan hujan tak turun dan suplai air dari saluran irigasi yang hari ini datang namun tidak sampai mengaliri sawah saya, maka padi saya terancam gagal panen,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu, padi bisa tumbuh dengan baik dan Dia bisa menikmati panen.

“Tahun-tahun lalu selalu ada air mengalir di saluran irigasi. Walau tak banyak, cukup sekedar mengairi sawah. Sedangkan tahun ini suplai air dari saluran irigasi kurang untuk mengaliri sawah,” imbuhnya.

Kondisi ini, infonya menimbulkan konflik antar pemilik sawah, sehingga Ia berharap Pemda Lombok Timur melalui jajarannya bisa lebih agresif dalam memperhatikan suplai air ke wilayah selatan.

“Harapan saya pemkab baik itu jajarannya bisa lebih memperhatikan nasip petani dengan memerhatikan suplai air irigasi ke wilayah selatan khususnya di kecamatan keruak. Kami juga tidak meminta pemerintah untuk menggratiskan air irigasi, karena selama ini kamu juga selalu bayar ke pekasih jika sawah kami dialiri air irigasi,” tambahnya.

BACA JUGA  "Santong: Santai Dong" Desa Tersantai dalam Penanganan Covid-19

Ahmadi melanjutkan ceritanya bahwa bertani merupakan satu-satunya mata pencarian keluarganya. “Selama ini kami hanya bergantung hidup dari hasil pertanian, namun karena sawah saya terancam gagal panen jadi saya kebingungan bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan anak saya. Ditambah dengan semakin melambungnya harga kebutuhan pokok imbas dari pandemi virus covid 19 membuat keluarga saya semakin terpuruk ekonominya,” kata petani asalah Ketangga Jeraeng ini dengan muka pasrah (Izhar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.