Pertama di Indonesia, Golden Melon di Desa Ombe Kediri Lobar NTB Melesat Di Tengah Pandemic Covid 19

157

Ombe, LOMBOKim.com – Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh di berbagai sektor kehidupan masyarakat di Indonesia.
Abdul Hamid petani di Desa Ombe Kecamatan Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat tetap bertahan ditengah pandemi Covid-19, melalui ide-ide kreatifnya, Selasa (23/6/2020).

Salah satu ide kreatif yang dikembangkan olehnya adalah tanaman Hydroponic Golden Melon yang kini bisa Ia jalani secara mandiri, tanpa ketergantungan bahan dari negara asalnya yaitu Malaysia.
Abdul Hamid/petani mantan pekerja migran Indonesia ini menjelaskan bagaimana tercetusnya ide untuk mengembangkan Golen melon ini, Ia ingin mengembangkan ilmu yang diperoleh selama 12 tahun bekerja di Malaysia. “Saat ini Golden Melon baru dikembangkan di areal seluar 40 are, yang terdiri dari 9 blok, dimana dalam satu bloknya bisa menghasilkan 5 kwintal atau menghasilkan sekitar Rp 10 juta,” bebernya.

BACA JUGA  Daftar Pemilih Di Lombok Timur Hampir 1 Juta

Sementara dalam sebulan biasanya bisa panen hingga 3-4 blok atau menghasilkan Rp 30 – Rp 40 juta di luar biaya-biaya operasional dan perawatan. “Sedangkan biaya produksi yang dikeluarkannya hanya sebesar Rp 1 juta pada setiap blok,” imbuhnya.

Dengan biaya produksi hanya sebesar 10% dari hasil panen, Golden Melon mempunyai potensi besar untuk perekonomian masyarakat Desa Ombe.
“Golden Melon ini baru pertama dan satu-satunya dikembangkan di Indonesia dengan konsep hidroponik tanpa bahan kimia. Rasanya juga tidak ada yang nyamain,” sambungnya.

Tanamannya ini dijamin bebas dari pestisida, karena dilakukan Netting (pemasanagan net tanaman) pada setiap block untuk mengantisipasi serangan hama, jelasnya. “Kami sempat terkendala terkait dengan pandemi covid-19, dimana sebelumnya, dari bibit hingga bahan-bahan lainnya masih didatangkan dari Negara asalnya,”

Pengiriman bibit, Nutrisi organic sering tersendat sehingga mendorongnya untuk mengembangkan secara mandiri. “Sekarang sudah banyak bahan-bahan lokal, baik dari pasokan nutrisi organik, hingga anti hama maupun bahan-bahan lainnya,” sambungnya.

Kini dalam satu blok Golden Melon Ia melakukan percobaan untuk pembibitan secara mandiri, mengurangi ketergantungan bibit dari negara asalnya. “Dijamin, Golden Melon ini benar-benar tidak memakai bahan kimia, semua menggunakan bahan organik, termasuk dalam pencegahan hama,” ujarnya.

BACA JUGA  Menuju Kampung Sehat, Desa Tapir Rutin Ganti Tempat Cuci Tangan Warga Yang Tidak Berfungsi

Mengingat Golden Melon ini satu-satunya di NTB bahkan di Indonesia, karena dalam pengembangannnya harus membutuhkan tehnik-tehnik khusus, untuk bisa diaplikasikan di Indonesia. Kapolsek Kediri Iptu Donny W.S,. S.I.K bersama Sekdes Ombe Baru Khairudin dan Pengelola Agro Abdul Hamid meninjau langsung ke Lokasi. “Ini merupakan potensi yang ada di Desa Ombe Baru Kec. Kediri, dalam mendukung kampung sehat terutama dalam ketahanan pangan,” katanya.

Kapolsek mengapresiasi Abdul hamid terkait Hydroponic Golden Melon ini, dimana Ia selalu menggunakan bahan organic, dan menerapkan protocol kesehatan terhadap para pekerja di tempat ini. (Humas/SS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.