Persamaan & Perbedaan Cerbung, Cerpen, Novel dan Karya Sastra Lainnya

786

Bahan Makalah, LOMBOKim – Cerbung, cerpen, dan novel sama-sama merupakan karya sastra. Cerbung, cerpen, dan novel merupakan karya sastra hasil kreativitas manusia yang disajikan dalam beragam bentuk teks yang disampaikan dengan komunikatif dengan tujuan estetika.

Berikut akan diberikan penjelasan lengkap tentang cerpen, cerbung, novel dan ciri-ciri yang membedakan masing-masing dari Cerbung, cerpen, novel karya sastra lainnya

  • A. Cerpen

Cerpen merupakan karya sastra yang disajikan dalam bentuk cerita padat dengan alur yang cukup rapat, menggunakan latar waktu yang cukup cepat dan memakai penokohan yang sekilas. Cerita yang disajikan dalam sebuah cerpen cenderung singkat dan padat, tidak berbelit-belit dan langsung pada maksud yang dituju.

Dibandingkan dengan karya sastra lain seperti cerbung dan novel, cerpen cenderung kurang kompleks. Kekuatan cerpen terletak pada teknik penyajian yang biasanya dimulai dengan awal yang mendadak dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan ciri-ciri cerpen yang membedakan dengan karya sastra lain seperti cerbung dan novel.

Adapun ciri-ciri cerpen adalah sebagai berikut :

  • Cerpen berasal dari anekdot; sebuah situasi yang digambarkan secara singkat dan padat agar tujuan yang disampaikan lekas tercapai.
  • Panjang cerita cerpen biasanya terdiri dari 3000-5000 kata, namun di beberapa media massa ditetapkan 1500-2000 kata. Jika kurang dari 1000 kata, dinamakan fiksi kilat (flash fiction).
  • Jumlah halaman cerpen berkisar antara 5-10 halaman dengan ukuran kertas A4.
  • Waktu membaca sebuah cerpen biasanya rata-rata 20-30 menit, bahkan bisa lebih.
  • Pengisahan serta adegan ditampilkan secara singkat, padat dengan latar yang melompat.
BACA JUGA  Godaan Fitri Seksi dan Massa, Cerbung Siapa Ayahku

B. Cerbung

Cerbung adalah kumpulan beberapa cerita pendek yang merupakan singkatan dari cerita bersambung. Cerbung merupakan cerita rekaan yang dimuat di surat kabar harian atau majalah, yang ditampilkan bagian demi bagian secara berturut-turut di setiap edisinya.

Cerbung ditulis untuk dimuat secara berkala dan sengaja dipenggal di bagian yang menengangkan sehingga pembaca akan tertarik untuk membaca bagian selanjutnya. Gaya penulisan cerbung cenderung sederhana, tidak berbelit-belit, namun penuh konflik yang menegangkan.

Berbeda dengan cerpen, cerbung memiliki cerita yang cukup panjang. Selain itu, cerbung biasanya memiliki alur yang sedikit lebih kompleks, latar yang cukup luas, penampilan tokoh yang lebih rinci serta penggunaan latar waktu yang bertahap.

BACA JUGA  Pandan Dure - Joben Saksi Galau, Cerbung Pariwisata (5 dari 5)

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan cerpen dan cerbung berikut adalah ciri-ciri cerbung :

  • Cerbung biasanya disebut cerita serial atau cerpen serial.
    Panjang cerbung berkisar antara 15.000-25.000 kata, dengan panjang cerita per seri sekitar 3000-5000 kata.
  • Jumlah halaman rata-rata adalah 30-50 halaman.
  • Waktu baca cerbung kurang lebih 1-1,5 jam.
  • Adegan-adegan yang ditampilkan lebih luas dari cerpen, namun secara garis besar hampir sama dengan cerpen.
  • Sebelum dipublikasikan dalam bentuk buku, karya-karyanya sudah lebih dulu dipublikasikan dalam bentuk cerbung.

C. Novel

Novel adalah cerita karangan prosa yang panjang mengandung serangkaian cerita kehidupan seseorang dengan lingkungannya yang menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku yang terlibat di dalamnya. Novel ditulis menggunakan alur yang kompleks, latar yang luas, penokohan yang rinci, juga rentang waktu yang cenderung lama.

Berbeda dengan cerbung, novel biasanya disajikan dalam satu pembukuan, tidak dipublikasikan secara berangsur tiap babnya. Beberapa novel memang dipublikasikan dalam beberapa seri. Hal ini dikarenakan cerita yang begitu kompleks sehingga tidak memungkinkan untuk diterbitkan dalam satu novel.

Novel yang terdiri dari dua seri disebut dwilogi, contohnya dwilogi novel Ayat-Ayat Cinta karya Habibburahman El Shirazy. Novel yang terdiri dari 3 seri disebut trilogi, contohnya seri novel The Lord of The Rings karya J.R.R Tolkien. Novel yang terdiri dari 4 seri disebut tetralogi, contohnya seri novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang terdiri dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

Untuk lebih memahami perbedaan novel dengan cerpen dan cerbung, berikut adalah ciri-ciri sebuah novel.

BACA JUGA  Danau Saksi Galau, Cerbung 5

Sebuah novel biasanya ditulis menggunakan gaya narasi yang didukung dengan deskripsi untuk menggambarkan situasi dan kondisi yang ada di dalamnya. Penuturan cerita dalam sebuah novel ditampilkan per adegan dengan detail cerita yang lengkap. Setiap adegan biasanya diceritakan secara bertahap dengan alur yang seringkali tidak bisa ditebak.

Panjang cerita novel biasanya lebih dari 40.000-100.000 kata, bahkan ada juga yang sampai 250.000 kata. Jumlah halaman setiap novel beragam, berkisar antara 300-1500 halaman.

Demikianlan sekilas pembahasan tentang perbedaan cerpen, cerbung, novel & karya sastra lainnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan tentang dunia sastra. Tulisan tentang cerpen, cerbung, novel & karya sastra lainnya tersebut diolah dari berbagai sumber, semoga penulis – penulis atau sumber – sumber terkait dibalas dengan rahmat sang pencipta. Amin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.