Perkembangan Zaman & Manfaat Ekstrakurikuler

105


SUARA REDAKSI – DUTARINJANI.ID. Ragam Ekstrakurikuler saat ini berkembang pesat. Namun perhatian terhadap outputnya jarang menjadi prioritas. Padahal peserta didik yang mengikutinya jauh berbeda dengan peserta didik yang enggan mengikuti kegiatan yang bermanfaat ini.

Diantara kegiatan yang memiliki manfaat yang sangat besar adalah kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka. Pramuka sendiri merupakan ekstrakurikuler wajib berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Selain pramuka ada juga Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Olah Raga Berprestasi, Sanggar Seni dan sebagainya.

Dari segi manfaat dan out put, bisa diadakan penelitian misalnya untuk SDM saat ini yang sudah bekerja / memiliki jabatan, baik di kantor dinas ataupun di perusahaan swasta ; bagimana perbedaan kinerja dan tanggungjawab sosial terhadap tugas dibandingkan SDM yang tidak pernah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

BACA JUGA  PENTING!!! Ini Catatan Arlin Riskawati, Siswa SMK GRL terkait Kunjungan Ke DPRD Lotim

Masing-masing ekstrakurikuler yang berkembang selama ini rata-rata memiliki objek atau sasaran pembinaan karakter. Contohnya, Ekstrakurikuler Pramuka terlihat mengembangkan kedisiplinan dan keterampilan, PMR mengembangkan jiwa sosial dan kemanusiaan, Paskibraka mengembangkan jiwa Patriotime bangsa, Olahraga berprestasi mendidik peduli terhadap kebugaran dan kesehatan raga.

Namun demikian, seiring perkembangan zaman, kegiatan ekstrakurikuler banyak yang kehilangan konsep dan power yang berlandaskan tujuan pendidikan. Hal ini (mungkin saja) karena pokok permasalahan yang terlihat pada masa ini terletak pada kurangnya perhatian terhadap kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Sebut saja perhatian terhadap volunteer / relawan pelatih/instruktur mingguan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Volunteer / relawan pelatih/instruktur mingguan kegiatan ekstrakurikuler PMR, Volunteer / relawan pelatih/instruktur mingguan kegiatan ekstrakurikuler Olahraga Berprestasi dan sebagainya.

Mereka banyak yang bersabung keterbatasan namun tetap semangat demi prinsip yang diantaranya tercantum dalam memor Undang-undang nomor 20 tahun 2003 yaitu pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna.

BACA JUGA  Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Amanah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, Ini Kata Karomi

Karena kondisi / perhatian yang kurang maka perubahan semangat sosial untuk tujuan yang sesungguhnya pun banyak yang terpleset. Tentu ini bukan salah dari para volunteer yang juga manusia itu. Karena kurang kepedulian itulah yang juga menyebabkan banyak program-program ekstrakurikuler yang mengarah kepada kesenangan semata dan jauh dari tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

Beberapa alasan diatas menjadi inspirasi ilmiah dirintisnya Jurnalistik Pelajar sebagai kegiatan ekstrakurikur (disamping inspirasi lain yang lebih utama). Jurnalistik dalam ilmu dan terapannya sangat mulia. Jika dalam perjalanan profesi insan Jurnalistik, ilmu dan terapannya banyak memberikan wawasan, inspirasi dan perubahan maka dalam ekstrakurikulernya juga harus demikian bahkan harus lebih bermanfaat karena ini menyangkut nilai pendidikan.

BACA JUGA  Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Amanah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, Ini Kata Karomi

Contoh, Insan Jurnalistik dalam amanah Undang-undang nomor 40 tahun 1999 mampu menggugah ribuan jiwa manusia untuk bershadakah kepada korban bencana karena pemberitaannya, maka dalam ekstrakurikuler Jurnalistik juga demikian. Ekstrakurikuler Jurnalistik harus mampu menggugah teman sebaya mereka melalui peran majalah dinding atau majalah sekolah.

Jangan jadikan majalah sekolah sebagai sarana carper kepada kepala sekolah, kepada pemegang kebijakan, sarana menggaruk anggaran BOS tapi potensi peserta didik sebagai sebab menerima gaji dilupakan. Ekstrakurikuler Jurnalistik dirintis untuk Pramuka, PMR, dan siswa berprestasi agar termotivasi semakin berprestasi serta semua siswa agar terinspirasi lebih baik.(mz/suararedaksi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.