Pengembaraan Panas, Cerbung (1)

117

“Kamu mau apa?”

Laju menepis nafsu Yuhi, nama cowok yang mentraktirnya makan di pagi itu. Sekaligus yang merayunya agar mau seperti Lisa.  Sekaligus drivernya saat lisa dan sang pacar dijemput.

“Semakin galak, kamu semakin cantik. Udahlah jangan sok suci.” Bentak Yuhi kembali.

“Oke.” jawab Laju.

Terlihat ada peluang, Yuhi melepaskan kameranya.  Sambil menatap Laju yang terlihat pasrah. Birahi Yuhi semakin tak terkendali. Ia semakin mendekat. Laju menghindar. Secara halus, sambil memperlihatkan aksi menantang.

“Ternyata kamu sering main ya?”

“Menurut kamu?”

“Udahlah noon…. aku g tahan?

“Sayaaaang…Ambil dulu dong kameranya dan serahkan kepadaku.”

“Untuk apa?

“Photo…!”

Yuhi kemudian menyerahkan kameranya sambil menatap Laju yang tersenyum bersama aktingnya yang meransang.

“Kalau kamu kalungkan kamera tu, gemana dong aku….

“Syuttt….peluk aku dari belakang,” ujar Laju sambil membelakanginya kemudian berjalan perlahan dua tombak.  

Tanpa berfikir logis. Karena nafsu,  Yuhi segera berlari dan brak….. ia terkapar kesakitan sambil memegang dadanya. Laju kemudian menungganginya sambil memegang bibir musuhnya.

“Kamu kira aku seperti cewek lain?”

Laju lupa jika masih ada kaki yang tak terkunci. Yuhi ingin menendang kepala Laju.

Mengetahui ada gerakan musuh, murid pencak silat mata pisau itu secepat kilat bergerak sambil melepaskan tinju ke dada lawan. Kini, bukan tangan yang mendarat di leher Yuhi. Tapi kaki cantik Laju bersandar di dada sambil mengejek. Terlihat ada kesempatan bergerak. Yuhi memutar badannya, langsung sigap berdiri.

Kini mereka sama-sama berdiri. Saling tatap dengan muka yang tak sama. Yuhi terlihat hati-hati. Namun jiwa egoisnya sebagai laki-laki enggan membuatnya mundur. Ia menyerang. Laju menangkap serangannya. Namun ternyata Yuhi juga berisi.

Terjadilah pertikaian seru di kamar itu. Yuhi yang emosi selalu menyerang duluan, namun Laju menghadapinya dengan tepisan tanpa pukul. Laju menghantam serangan hanya pada saat ia terdesak.

“Ayo sejauh mana bela diri dari daerah asing itu bisa melumpuhkan Lombok?” ejek Laju.

Mendengar bela diri dari daerah asing. Yuhi menghentikan serangannya. Ia mengingat bahwa ada bela diri Lombok yang sampai detik ini tak bisa terkalahkan. Bahkan saking kuatnya bela diri ini. Ikatan pencak Silat Indonesia (IPSI) di NTB masih mempertimbangkan apakah jurus-jurus ini bisa dipertandingkan atau tidak.

(Bersambung : Browsing dengan Judul Pengembaraan Panas, Cerbung 2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.