Pemuda Desa Kembang Are Persoalkan BST Diambil Kades

1.132

Kembang Are Sampai, LOMBOKim – Pemuda Desa Kembang Are Sampai, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, NTB sedang mempersoalkan Kepala Desa yang mengambil kembali dana Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap III dari beberapa penerima yang dicairkan awal bulan Juli tahun ini.

“Yang dipersoalkan itu, uang yang sudah diterima, dari petugas pos, diambil kembali oleh kades. Setelah diambil 600 ribu, mereka dikasih lagi hanya 100 ribu,”kata sumber yang juga menjadi Relawan LOMBOKim Foundation untuk keberanian masyarakat menyuarakan hak – haknya.

Keributan kembali terjadi, Senin 27 Juli 2020 pasca Kepala Desa melabrak Kadus Repok Are yang dituding memprovokasi masyarakat terkait persoalan tersebut.

Diceritakan sebelumnya, pada saat BST itu dijadwalkan cair, masyarakat dikumpulkan di kantor desa Kembang Are Sampai. Lalu kemudian, petugas pos yang datang hari itu menyalurkan BST tersebut kepada warga penerima.

Diantara warga penerima BST tersebut ada sekitar 10 warga yang uang BSTnya kembali diminta oleh Kepala Desa Kembang Are Sampai.

“Saya diminta mengembalikan uang BST 600 ribu, trus dikasih lagi cuman 100 ribu, ini pake beli es krim, kata pak kades,” tutur salah satu warga yang diminta menandatangani surat sesuai foto dibawah ini

Dari hasil pungutan di 10 penerima BST tersebut, total uang yang terkumpul sekitar 5 juta rupiah.

Uang itu kemudian dibagi-bagi ke sekitar 10 orang perangkat termasuk Kades sendiri, dan 9 perangkat desa. 3 diantaranya adalah Kepala Wilayah di desa setempat.

Diantara perangkat desa tersebut, 6 (Enam) diantaranya tidak setuju terkait cara Kepala Desa yang diduga membagikan uang dari hasil pungutan di beberapa warga penerima BST.

6 (Enam) orang perangkat desa tersebut kemudian menyerahkan uang tersebut ke anggota BPD Desa Kembang Are Sampai untuk diamankan, karena uang tersebut bakal dijadikan sebagai bukti temuan yang berasal dari pungutan BST dan atau karena berasal dari hak penerima BST.

Atas dasar tersebut, pada hari ini, Senin 27 Juli 2020 di desa setempat, Para pemuda yang peduli terkait kejadian ini pun bermusyawarah untuk mengambil langkah hukum terkait perkara tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Desa Kembang Are Sampai masih belum memberikan hak jawab terkait perkara ini. Untuk informasi lain dan atau selanjutnya, browsing kabar terkait melalui tag Desa Kembang Are Sampai, Perkara Desa, Suara Pemuda, dan berita – berita terkait Desa lainnya.

Demikian Rilis LOMBOKim Foundation untuk Program Advokasi Penguatan Kapasitas Komunitas Informasi Masyarakat yang Independen di desa. Rilis ini bertujuan untuk mendapatkan perhatian dan atau kajian bersama dan atau bantuan lainnya dari pihak berwajib. (Omz)






Comments are closed.