Pemrov NTB Tawarkan PSBB, Jawaban Lombok Barat Begini

144

Lombok Barat, LOMBOKim – Gubernur NTB Zulkieflimansyah menawarkan penerapan PSBB kepada Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat pada Minggu (3/5/2020).

Penerapan PSBB di dua daerah itu mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam permenkes tersebut, penerapan PSBB didasarkan pada beberapa kondisi seperti peningkatan jumlah kasus, penyebaran kasus, dan kejadian transmisi lokal.

Lalu, kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana prasarana kesehatan, anggaran, operasionalisasi jaring pengaman sosial, dan aspek keamanan

Atas aturan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengaku tak sanggup menerima tawaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

“Dari hasil refocusing dan realokasi anggaran, kita hanya mampu untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19, selebihnya membutuhkan anggaran yang luar biasa besar untuk PSBB,” kata Kabag Humas Protokol Lombok Barat Saiful Ahkam kepada wartawan belum lama ini.

Dilanjutkan, Pemkab Lombok Barat tak sanggup menanggung biaya penerapan PSBB di wilayah itu. Kecuali, Pemerintah Provinsi NTB menggelontorkan dana untuk menerapkan PSBB.

“Kecuali APBD Provinsi bisa ikut fokus membantu penuh, tapi saya pun tidak yakin karena saat rakor (rapat koordinasi) kemarin pun itu tidak jelas,” lanjit Ahkam,  Selasa (5/5/2020).

Dilanjutkan, Pemkab Lombok Barat harus mengalokasikan anggaran untuk menjamin ketersediaan pangan bagi 685 ribu jiwa lebih atau sekitar 250 ribu kepala keluarga (KK).

Untuk menjamin hal itu, diperlukan biaya sekitar Rp 187,5 miliar, dengan perkiraan setiap KK mendapatkan Rp 250 ribu per minggu. Atas kondisi tersebut. Pemkab yang ber ibukota di Gerung Lombok Barat tersebut pun belum sanggup menerima tawaran PSBB, kecuali ada bantuan berupa sharing dana dari sumber – sumber terkait (omz)

Comments are closed.