Pasca Gempa, Air Terjun Sendang Gile Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

138

Lombok Utara, Lombokim.com. Destinasi wisata unggulan Lombok yaitu Air Terjun Sendang Gile yang pernah sepi akibat rentetan gempa bumi Lombok, kini mulai ramai pengunjung.

Pejabat sementara Kepala Desa Senaru, Lalu Wiresakti kepada wartawan menjelaskan tempat wisata ini sudah mulai dikunjungi sekitar ratusan wisatawan setiap harinya

“Sudah mulai ramai wisatawan yang berkunjung. Jumlahnya memang masih ratusan orang per hari. Kalau sebelum gempa bumi bisa mencapai ribuan orang, terutama pada hari libur,” tutur Pjs Kades Senaru

Media Nasional seperti Antara memberitakan, bukan hanya wisatawan domestik yang meramaikan kembali Sendang Gile, melainkan juga mancanegara “Ada sekitar puluhan wisatawan asing berswafoto dengan latar air terjun Sendang Gila. Ada juga yang mandi dan menikmati aliran air di sungai,” berita di Antara* (08/09/2019)

BACA JUGA  Ikatan Pemuda Pringgabaya Bermitra Polsek Edukasi Wisatawan Pantai

Masih dari sumber yang sama. kondisi pariwisata di Senaru pascagempa 2018, belum pulih 100 persen. Hal itu disebabkan karena aktivitas pendakian Gunung Rinjani masih dibatasi. Pendakian hanya diperbolehkan hingga Pelawangan dan tidak boleh sampai Danau Segara Anak.

Selain itu, air terjun Tiu Kelep belum dibuka secara resmi setelah adanya gempa bumi yang menyebabkan sejumlah wisatawan asing meninggal dunia tertimpa longsoran batu. Air terjun Tiu Kelep berada di sebelah timur air terjun Sendang Gile yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit.

“Kami masih mengimbau para pemandu wisatawan untuk tidak membawa tamunya ke air terjun Tiu Kelep karena dikhawatirkan sewaktu-waktu terjadi tanah longsor,” ujarnya.

Mulai ramainya wisatawan asing yang berkunjung ke air terjun Sendang Gile menjadi berkah bagi pemandu wisatawan setelah mereka libur sejak rentetan gempa bumi mengguncang Lombok pada 29 Juli dan sepanjang Agustus 2018.

BACA JUGA  Karang Taruna Suradadi Bersama HIPO Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Anggota Women Guide Association Senaru, Karni (24) mengaku bersyukur dengan ramainya kembali wisatawan asing ke daerahnya.

“Kondisi mulai ramai sejak Juli 2019. Memang belum seramai seperti sebelum gempa. Tapi saya yakin turis-turis akan berdatangan seperti dulu lagi,” ujar Karni sebagaimana Antara*

Ia mengaku sudah bisa memperoleh penghasilan ratusan ribu rupiah setiap kali mendampingi turis dari pagi hingga sore hari. Pendapatan tersebut digunakan untuk membantu kebutuhan ekonomi orang tuanya yang hanya sebagai petani (dit/lis/*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.