Panen Raya Di Bulan Puasa, Petani Keruak Berjuang Melawan Panas dan Dahaga

266

Keruak, LOMBOKim.com – Panen raya padi yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan entah harus disambut dengan bahagia atau sebaliknya. Pasalnya dengan sistem panen sederhana yang tidak menggunakan mesin dan lebih banyak mengandalkan tenaga manusia membuat para Petani harus berjuang melawan panasnya terik matahari disaat mereka berpuasa.

Kita bisa membayangkan saat padi dipanen dari pagi sampe sore dengan keadaan berpuasa yang prosesnya dari sabit padi, padi dikumpulkan jadi satu, padi dimasukkan ke mesin sederhana untuk merontokkan padi, padi lalu dikeringkan dan terakhir dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa kerumah.

Salah satu Petani yaitu Bapak Azwan mengatakan kesulitan mendapatkan orang untuk memanen padinya sedangkan padinya sudah siap untuk dipanen. “Banyak orang yang tidak bisa memanen padi saya karena mereka kelelahan berkerja saat puasa,” tuturnya, Ahad (26/04/2020).

Bapak Ilham yang sering mengambil upah untuk memanen padi bahkan harus mensiasati dengan bekerja di malam hari. “Untuk bulan Ramadhan ini saya bekerja selepas sahur sampe jam 9. Dilanjutkan sore, buka sebentar langsung malam dilanjutkan lagi,” ungkapnya.
Ilham memang mengakui cukup kewalahan bekerja dibulan Ramadhan namun apa boleh buat padi para Petani sudah siap dipanen kalau tidak maka padi Petani akan rusak. “kalau kita tidak panen rusak nanti,” pungkasnya.

BACA JUGA  Pasca Gempa, Air Terjun Sendang Gile Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

Petani seharusnya tidak perlu khawatir terkait kapanpun waktu panen jika ada teknologi yang memudahkan kerja mereka. Teknologi yang harus menyesuikan dengan struktur tanah disetiap daerah. Kerena setiap daerah memiliki struktur tanah yang berbeda-beda, misalkan di Keruak dengan tanahnya tidak rata dengan petak sawah kecil, tidak memungkinkan menggunakan mesin panen padi yang besar.

Jika ada teknologinya, tentu harga yang tidak bisa dijangkau oleh Petani. Mungkin disitulah peran Pemerintah melalui Dinas Pertanian untuk mengedukasi Petani terkait dengan teknologi terbarukan dibidang Pertanian atau bahkan memberikan subsidi untuk pembelian mesinnya. Bukan hanya sekedar duduk diruang berAC menikmati hangatnya kopi disaat Petani harus berjuang dibawah terik matahari untuk membeli sebungkus kopi.

BACA JUGA  Ingat, Kerukunan Umat Beragama Harus Dipelihara : Mendagri

Tentang Penulis: Izhar Ependi (Asal Desa Ketangga Jeraeng. Seorang Aktivis Desa yang hobi Travelling)

Leave A Reply

Your email address will not be published.