Pandemi Belum Berakhir, Sudah Saatnya Rakyat Indonesia Bersatu Bukan Beradu!

151

LOMBOKim.com – Saat ini, semua negara terus berjuang melawan invisble enemy atau musuh tak terlihat. Siapa lagi kalo bukan Covid-19. Beberapa negara bahkan mengambil keputusan berani untuk lock down daerah bahkan lock down negara untuk meminimalisir mobilisasi masyarakat agar penyebaran virus ini dapat di putus. Tak terkecuali Indonesia, Pemerintah Indonesia terus berjuang meminimalisir dampak Covid-19 melalui penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Jika melihat sekilas kita akan bangga karena kasus covid-19 di Indonesia sangat sedikit jika dibandingkan negara maju seperti Amerika, Italia dan Spanyol. Sehingga rasanya kita sudah on track dalam mengatasi pandemi ini. Terus patutkah kita berbangga? Saya rasa tidak, malah sebaliknya, kita patut khawatir dengan kondisi tersebut.

BACA JUGA  Gubernur : Pandemi Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Belanja Daerah

Berdasarkan Worldometers (2/05/2020) Indonesia menempati posisi ke-37 dengan kasus Covid-19 terbanyak yaitu 10.551 kasus dengan total kematian dan sembuh yaitu 800 dan 1.591 orang. Berbeda halnya dengan Amerika yang mencapai 1.131.452 kasus, Spanyol mencapai 242.988 kasus dan Italia yang mencapai 207.248 kasus.

Jika dirincikan berdasarkan, Pemerintah Indonesia sudah melakukan tes Covid-19 kepada 102.305 orang. Artinya hanya 374 orang yang di tes per satu juta penduduk di Indonesia. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 269,6 juta jiwa. Sehingga masih ada 269,4 juta lebih masyarakat yang belum di tes.

Dibandingkan dengan Amerika, mereka telah melakukan tes Covid-19 kepada 6.699.878 orang. Artinya ada 20.241 orang yang di tes per satu juta penduduk Amerika. Italia sudah melakukan tes terhadap 2.053.425 orang yang artinya ada 33.962 orang yang di tes per satu juta penduduk Italia. Dan Spanyol sudah melakukan tes terhadap 1.528.833 orang, artinya ada 32.699 orang yang di tes per satu juta penduduk Spanyol.

Melihat data tersebut, Tentu jumlah tes Covid-19 di Indonesia sangat sedikit dibandingan negara tersebut sehingga bukan tidak mungkin masih banyak suspect Covid-19 yang belum teridentifikasi di Indonesia.

BACA JUGA  Pemberitaan Hot Issue Di Negara +62. Benarkah sebagai Pemicu Pesimisme?

Jadi untuk mencegah kemungkinan terburuk dari situasi ini sudah sewajarnya jika kita mendukung setiap langkah pemerintah dengan cara “taat”.

Jangan berdebat gara-gara masjid di tutup,  toh Mekah saja sebagai tempat tersuci sempat ditutup sementara gara-gara covid-19. Jangan kumpul-kumpul dulu, toh pemerintah saja yang mengurusi negara rapat melalui video conferences. Jangan lagi memelihara kebiasaan learning by experiences, kalo sudah mengalami sendiri baru nyadar. Ingat!!! Pencegahan Covid-19 tidak akan pernah berhasil tanpa kesadaran dan keterlibatan aktif kita semua. (Parid Wajdi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.