Pandan Dure – Joben Saksi Galau, Cerbung Pariwisata (2 dari 5)

74

“Side dulu lah, Side kan belum makan juga, lagian kalau Tiang kan bisa sambil belajar diet.” Jawabku yang membuatnya tersenyum sambil menjawab, “Udah diberi cantik dengan tubuh semampai kok malah pingin kurus”. Dia tidak mengatakan Aku gemuk tapi semampai dan seksi.

Suapan itu disambutnya sambil terlihat sengaja batuk. Sekitar tiga kali suapan sambil membahas masalah perpindahan bahasa dari Aku ke Tiang, dari Kamu ke Side, Firmanto Mahfudz kembali memberhentikan Mobilnya.

“Sekarang side habisin Pop Mienya, dan tunggu sebentar,”

“Ya, tapi side enggak Adil, ujarku sinis.

“Mengapa?

“Side enggak beli air,

“Oooo,” sambutnya sambil nyengir dan menutup pintu Mobil. Aku tidak melihat Firmanto Mahfudz kemana karena saat itu juga kuhabiskan Pop Mie yang kucampur dengan beberapa snack yang dibelikan.

Lama menunggu dan haus rasanya usai makan, Aku teringat bahwa masih ada sisa minum yang dibelikan Tiara dari perintah pak Azwar guru Bimbingan Konseling ketika Aku pingsan tadi pagi. Baru saja mulai menangkan minuman dalam kemasan botol itu, Firmanto Mahfudz datang yang membuatku terkejut dan menumpahkan air itu ke pakainku.

BACA JUGA  Pandan Dure - Joben Saksi Galau, Cerbung Pariwisata 1 dari 5

“Yieeeee,,,tadi mesan air, taunya airnya ada tuh,,,

“Eh maaf, Aku lupa kalau tadi pagi pas pingsan di ruang PMR, Tiara belikan Aku air dikasih duit pak Azwar, trus Tiang taruh dalam tas,”jawabku takut dikatakan tamak.

“Enggih,,, lagian Tiang juga udah niat kok dari tadi, tapi side aja yang protes,,hihi,,

“Mmmmm,,maaf so,,,

“Nggeh dah sekarang ganti pakainnya, nih mudahan cocok,,,

“Emang bebek pake cocok,,,iiih kamu belikan Aku pakaian untuk apa? ujarku surprise.

BACA JUGA  Jangan Panggil Aku Ibu, Cerbung Siapa Ayahku

“Kan tadi side bilang kita pakai baju seragam, lagian g’ enak  nanti turun pakai baju seragam.

“Ouuu, jadi ne baju untuk hari ini saja?

“Enggak, itu untuk selamanya sayaaaang,,,,

Ucapan sayang itu membuatku terdiam. Sangat tulus terdengar dan sangat damai sekaligus nyaman rasanya apalagi dengan pelayanan Firmanto Mahfudz sejak siang tadi. Aku gagap tidak tau harus menyambut apa dan terdiam sejenak sampai Firmanto Mahfudz menyuruhku ganti pakaian dengan alasan basah karena minuman tadi. Perintahnya tidak bisa ku tolak. Tapi Aku harus bilang apa menolaknya.

“Curang side, tiang engak mau ganti pakaian,

“Mengapa?

“Segerah ganti pakaian leq dalem mobil, sementara kamu ada di dekatku,

“Ooo,,haha,haha,aaa, besok ya kalau kita udah nikah,”jawab FimMahfudz sambil tertawa lepas. Yang membuatku kembali terdiam. Firmanto Mahfudz terlihat menengok kiri-kanan dan akhirnya berhenti kembali di dekat toko pakaian.

BACA JUGA  Laskar Pelangi

“Okke, sekarang ganti pakaiannya, Tiang juga mau pergi ganti nih, cepatan ya, jangan sampai kepergok,” saran Firmanto Mahfudz yang sekejap membuatku ingat rumah karena dipergoki Ibu ketika pelukan dengan Ayah sebagai alasan utama malu pulang.

Setelah Firmanto Mahfudz lenyap tak terlihat, masuk ke dalam toko. Aku langsung mengganti pakaian dengan cepat. Ternyata pakaian yang dibelikan Firmanto Mahfudz adalah pakain seksi dan tomboy yang sering dilihatnya sebagai modeku setiap datang ke Sekolah. Tapi pakaian itu sungguh lebih tidak sopan ditambah pemberiannya yang tidak dilengkapi jilbab.

Bagaimanapun tomboynya, Aku selalu berpakaian sopan dengan menutup auratku dan berpakaian tidak terlalu ketat yang memamerkan lekuk tubuhku. Tapi kini, pakaian yang ada di depanku adalah rok sampai bawah lutut bersama kaos warna pink bersama sebuah switer warna beng-beng.

Sejenak sontak berfikir, jangan-jangan Firmanto Mahfudz ada niat jahat. Berbagai jurus untuk mengantisipasi niat jahat itu Aku persiapkan. Aku tetap menggunakan baju seragam tapi ku balut dengan switer itu. Walau tidak pantas terlihat menggunakan jilbab dengan bawahan rok mini. Aku tetap menggunakan jilbab, lagian masih didalam mobil, pikirku.

Leave A Reply

Your email address will not be published.