Pak Bupati Yth. Mohon Evaluasi Camat Keruak, Priode ini, Agustus 2020

305

Curhat, Lombokim – Beberapa keluhan disampaikan masyarakat terkait pelayanan di kantor camat Keruak. Ngeluhnya kok ke Saya. Saya kan enggak digaji sama negara ini? Yah. Tepatnya mungkin mereka curhat. Soal kepengurusan administrasi yang ribet. Berbelit – belit tak sesuai misi Bupati Lombok Timur tercinta. Gitu loh.

Urusan KTP, urusan KK dan urusan kependudukan lainnya, dialihkan ke kecamatan, itu karena misi mulia untuk tidak merepotkan rakyat. Sebagiannya demikian.

Tak sesuai juga dengan misi kemanusiaan para abdi negara yang baik hati. Layaknya kepala desa di Desa Ketangga Jeraeng dan Kepala Desa lain yang Saya temukan. Curhat ini misinya baik loh. Yaitu untuk membantu Kecamatan tertib administrasi.

Mumpung si Camat juga tertib banget soal administrasi. Mudahan enggak Sok. Saya sanjung itu, tapi mohon juga jawabannya kedepan soal tupoksi dan pelayanan di kecamatan yang bertolak belakang dengan misi – misi pengadaan aparat negara dan pelayanannya.

Untuk curhat saat ini, Saya tidak akan bercerita soal siapa saja rakyat Anda yang terdzolimi soal pelayanan di Kantor Camat Keruak. Karena Saya khawatir mereka makin terdzolimi dengan perlawanan mereka.

Cukup, Saya mencontohkan bagaimana pelayanan di Kantor Camat Selong dan pelayanan lain yang lebih mengedepankan humanisme. Di Kecamatan Selong, Saya ngurus KTP, Saya tak sempat ambil, lalu KTPnya dititipkan lewat Kantor Lurah Majidi dan Disampaikan lewat RT.

Nah kalau di Kantor Camat Keruak?.Jika ini terjadinya mudahan KTPnya enggak hilang atau alasan lainnya. Melalui Kantor camat  Keruak, Ada Warga Negara Indonesia, Ngurus Nama, Status dalam keluarga, status perkawinan, dan hal – hal penting lainnya, harus bolak – balik. Terbaca rakyat terlihat terdzolimi. Kesalahan terkait diketahui ketika mengurus BPJS yang tentu harus sesuai dengan identitas kependudukan.

Akibatnya adalah terbengkalainya soal kemanusiaan, orang sakit, orang hamil, yang insyaAllah juga aktif bayar pajak. Kenyataan seperti diatas bukan satu dua. Curhatnya maksud Saya. Satu yang curhat, Saya jawab wajarlah, mungkin ada human eror. Tapi bagaimana kalau banyak dan kebetulan yang mengalami adalah rakyat yang sakit?

Yang jadi persoalan adalah, yang eror di Kantor Camat Keruak itu Humannya atau Tekhnologinya. Okelah kalau human eror pasti bisa ditoleransi. Begitu juga dengan tekhnologinya. Iya kan? Tapi ini sering terjadi dan wallahu’alam.

Yah, biar tulisan ini bertanggung jawab, sebaiknya jika Ada anggaran boleh dong ada sebuah workshop, kampanyekan, siapa yang pernah merasa terdzolimi, mari membahas pelayanan di Kecamatan Keruak?. Dan atau upaya pihak kecamatan mendatangkan rakyatnya yang terdzolimi dengan urusan di kantor camat Keruak sebagai sebuah study kasus.

Akhir kata tulisan ini adalah opini, curhat rakyat untuk memanusiakan manusia. Semoga Ada Jurnalis yang mencari hak jawab camat atas tulisan ini. Demi Memuliakan aparat, memuliakan negara, memuliakan bangsa, mengharapkan kutu – kutu busuk yang membuat rakyat dibawah yang menghewankan aparat bisa berkurang.

Pun mencari persoalan terang, membuka jalan buntu antara rakyat dengan pemerintah terdekat akar rumput. Pun mengajak Cinta Agama ? Cinta NKRI? Cinta Pancasila ?. Mari kembalikan kepercayaan masyarakat bahwa mereka tidak mencari sesuap nasi lewat amplop pelicin. Wallahu’alam Bissawab

Penulis : Hamzanide,*Partisipasi Lombokim Foundation untuk kampanye penggunaan aplikasi laporbup.lomboktimurkab.co.id untuk laporan perkara rakyat akar rumput.

Comments are closed.