Oxpam dan UGM Segera Gelar Workshop, Bahas Anggaran & Gender, Ini Temanya

121

Mataram, LOMBOKim – Oxpam Indonesia, Centre for Management and Public Policy (REFORMA), Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) segera menggelar workshop.

Pihaknya menilai tak ada satu pun negara di dunia yang telah benar-benar berhasil meniadakan isu ketimpangan gender.

“Refleksi perjalanan Indonesia selama lebih dari satu dasawarsa sejak terbitnya Inpres No. 09 Tahun 2000 mengenai Pengarusutamaan Gender masih menampilkan wajah kesenjangan yang sangat memprihatinkan,” tegas panitia kegiatan, Jumat (18/06/2021)

Manfaat dari meningkatnya pembangunan yang dipacu oleh pemerintah selama beberapa tahun terakhir dinilai belum mampu menjembatani disparitas partisipasi serta akses dari dan untuk perempuan.

“Mengawal amanah Inpres di atas, menjadi sebuah kewajiban bagi pembuat kebijakan untuk menyusun, mengevaluasi, dan menganggarkan program pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang berkeadilan gender,” lanjutnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, OXFAM Indonesia menyelenggarakan workshop dengan tema Penganggaran Responsif Gender dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, khususnya di wilayah NTB dan NTT pada 19-20 Juni 2021.Selain itu ada juga seminar nasional bertajuk Perempuan-Perempuan Perkasa di tengah Pandemi yang akan diagendakan pada 29 Juni 2021.

BACA JUGA  Ummi Rohmi Dorong Milenial Jadi Enterpreneur Untuk Hadapi Ancaman Resesi

Acara tersebut akan dibuka dengan opening remarks oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, yang turut menaruh perhatian khusus terhadap isu kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita di NTB.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap perbaikan penganggaran publik yang lebih responsif gender (gender responsive budgeting) serta mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan (women economic empowerment).

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga dijelaskan berada di bawah payung program I-WILL (The Indonesian Women in Leadership) yang bertujuan untuk mendukung masyarakat sipil dan organisasi masyarakat dalam mempromosikan kesetaraan gender, meningkatkan ekonomi melalui pemberdayaan perempuan, memberikan ruang partisipasi politik pada perempuan, mengurangi kekerasan terhadap perempuan, serta memberikan kesempatan pada perempuan dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan. (mz)

BACA JUGA  Dusun Mentokok dan Bebiye Daye Dikunjungi Ummi Rohmi

Leave A Reply

Your email address will not be published.