Operator SIKS, Juru Kunci Data Kemiskinan yang Terlupakan

228

LOMBOKim.com – Kalian tau gak Mbah Marijan? Mbah Marijan dulu pernah terkenal menjadi Juru Kunci Gunung Merapi, Gunung Api teraktif di Indonesia. Saking terkenalnya, Ia pernah keluar dalam iklan minuman suplemen di Indonesia.

Tapi kita tidak akan membahas Juru Kunci Gunung Merapi karena Ia sudah terkenal. Namun, kita akan membahas Juru Kunci Agung Kemiskinan yang terlupakan (dalam mitologi Yunani  Dewa Kesejahteraan wkwk).

Juru Kunci Agung Kemiskinan ini adalah Operator SIKS (sistem informasi kesejahteraan sosial). Operator SIKS memiliki peran yang sangat vital dalam terjaminnya pendistribusian bantuan sosial tepat sasara ditingkat desa. Karena Ia mengelola untuk perbaikan, pengusulan, dan penonaktifan dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). DTKS ini menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan bantuan sosial. Selama masyarakat yang benar miskin tidak terdaftar maka selamanya mereka tidak akan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

BACA JUGA  Atasi Sampah Kota, Rohman Farly Tawarkan Aplikasi ini

Terkit Input dan Upgreat data, menjadi bagian kecil dari pekerjaan Operator SIKS. Sedangkan pekerjaan yang lain banyak dan berhubungan dengan warga tidak mampu atau bahkan pura-pura mampu.

Namun, taukah kita? Dilapangan Operator SIKS banyak yang terlupakan disetiap desa.

Secara garis besar terdapat permasalahan yang berkaitan dengan kurangnya SDM serta perhatian Pemerintah Desa terhadap Operator SIKS, antara lain.

1. Operator SIKS Merangkap Jabatan

Operator SIKS banyak yang dipegang oleh Perangkat Desa yang sudah memiliki fokus kerja masing-masing. Sehingga, pekerjaan sebagai Operator SIKS dinomor duakan. Padahal, pekerjaan operator SIKS sangat penting karena berkaitan dengan data orang miskin.

2. Upah Tidak Sepadan dengan Kerjaan

Dengan pekerjaan yang menguras tenaga maupun kuota karena tetap updeat data melalui internet. Sudah seharusnya Pemerintah Desa menganggarkan upah untuk Operator SIKS. Jangan sampai Pemerintah Desa beralasan tidak ada yang mau menjadi Operator SIKS. Bagimana ada yang mau, mereka tidak dikasih upah yang sepadan dengan kerjaan mereka.

3. Operator SIKS Tidak Paham IT

Permasalahan yang terakhir adalah banyak Operator SIKS yang tidak paham IT. Sehingga, jangankan mengupdet data orang miskin, ditanya apa itu Aplikasi SIKS saja banyak yang tidak tahu. Atau kalau mereka tau hanya dengar dengan sekilas.

BACA JUGA  Tambang Pasir Besi Menguntungkan Siapa..?

Mungkin permasalahan ini tidak terjadi pada semua desa. Namun, permasalahan ini mayoritas rata-rata terjadi disetiap desa. Untuk itu, sekarang lah saat nya setiap elemen masyarakat mulai bergandengan tangan untuk menjamin data sesuai dengan yang ada dilapangan.

Terakhir permasalahan diatas, bukan menjadi permasalahan utama karena berkaitan dengan sistem dan aplikasi. Namun, yang menjadi masalah lainya adalah:

  1. Bagiaman mekanisme pendataan warga miskin ditingkat desa?
  2. Indikator yang digunakan?
  3. Untuk pendataan anggaran darimana?

Setidaknya, kita harus mengetahui permasalahan secara komprehensif. Jangan sampai saat pohon tidak berbuah dengan baik, barulah kita mulai menghardik “sik pohon”.  Namun, kita harus sadar setiap kesalahan itu berawal dari akar yang bermasalah. (Izhar Ependi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.