Mengharukan! Imam Masjid Jami di Mesir Jualan Es Keliling

361

LOMBOKim.com-Banyak yang beranggapan, ketika seorang menjadi Imam Masjid Jami (Besar) terutama di negara seperti Mesir, yang ada dibenak kebanyak orang adalah hidup dengan serba berkecukupan. Memang itu bukan hal yang salah karena Mesir tergolong sebagai negara maju dikawasan Afrika.

Namun, tidak dengan As-Syaikh Mahmud Atif yang menjadi Imam Masjid Jami di Mesir ini. Meski menjadi Imam, Ia tetap tak malu untuk berjualan es keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarganya karena honor menjadi imam tidak cukup. Meski terkadang banyak yang membicarakannya.

“Sekali khutbah Jumat itu 2,2 $, pada akhir bulan kami mengambil honor 8 $. Segitu tidak cukup untuk kebutuhan rumah tanggal dalam satu pekan. Saya bayar uang kontrakan, air dan listrik saja menghabiskan 44,5 $,” tutur Mahmud Atif dalam video yang diunggah akun Bachdar Fauzi di Facebook.

Ia menceritakan memulai menjual es keliling sejak usia 12 tahun. Awalnya Ia jualan punya orang, kemudian Ia belajar berdagang mandiri dan menikah setelah mengambil program Sarjana Strata Satu (LC) di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Namun, Ia masih jualan es keliling sampai sekarang karena itu satu-satunnya keterampilan yang Ia miliki.

Ia mulai bekerja jam 9 atau 10 sampai waktu Magrib. Setelah Magrib Ia isi dengan menghafal Al-qur’an, muraja’ah hafalan selamat 1-2 jam-an atau mengulang kembali pelajaran kitab yang ada dirumahnya, agar ilmu perngetahuan yang pernah Ia pelajari bisa benar-benar melekat (tidak hilang atau lupa).

Ia mengakui pekerjaan menjual es keliling membuat pinggangnya sering sakit karena memikul beban berat. Namun, Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena jika Ia tidak bekerja (pengangguran) maka kebutuhan keluarganya tidak bisa terpenuhi.

“Ahlu ad-ddin (orang yang berpegang teguh kepada agama) tidak akan pernah meminta-minta kepada orang lain,” tutupnya.

Tentu ini menjadi sebuah pelajaran untuk kita semua, agar dalam memaknai kehidupan yang singkat ini dengan rasa sukur dan menjalankan segala ketetapannya dengan ikhlas. (Izhar Ependi)

Comments are closed.