Mengapa Obat untuk Covid-19 Belum Ditemukan?

128

LOMBOKim.com-Akhir-akhir ini beredar perspektif bahwa kunyit, jahe dan temulawak dapat mengobati Covid-19 karena mengandung curcumin (C21H20O6) yang berkhasiat sebagai anti-virus.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Aty Widyawaruyanti, seorang ahli herbal Universitas Airlangga, angkat bicara. “Memang benar curcumin bisa menghambat virus. Tetapi itu bukan untuk virus Corona,”  tuturnya. Jadi jangan sampai salah paham lagi ya.

Terus Apa Dong Obat untuk Covid-19?

Terkait obat Covid-19, para ilmuan yang tergabung tim Solidarity Trial sedang berjuang mencari obat potensial untuk Covid-19. Ada empat obat yang saat ini sedang di uji yaitu obat antivirus remdesivir, kombinasi lopinavir dan ritonavir, kombinasi lopinavir, ritonavir dan interferon beta, serta klorokuin.

Dari keempat obat potensial tersebut, remdesivir sangat santer disebut akhir-akhir ini, mengingat Food and Drug Administration Amerika (BPOM nya Amerika) telah menyetujui penggunaan remdesivir sebagai obat darurat untuk menangani pasien Covid-19 di US.

Namun jubir WHO untuk urusan Corona virus, Dr. Maria Van Kerkhove, mengungkapkan bahwa masih dibutuhkan lebih banyak penelitian sebelum menentukan apakah suatu obat dapat dianggap sebagai obat baru. Pernyataan ini pun didukung oleh Dr. Toni Setiobudi dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura yang menyatakan remdesivir untuk pengobatan Covid-19 masih dalam tahap penelitian dan belum ada bukti yang jelas tentang efektivitas obat tersebut terhadap pasien Covid-19. Sehingga terapi spesifik untuk Covid-19 masih belum ada.

Terus mengapa sampai saat ini para ilmuwan belum menemukan obat Covid-19? Oke mari kita bahas.

Analisis terbaru dari Nature.com menunjukan bahwa tidak hanya virus yang membunuh pasien Covid-19, akan tetapi respon overactive sistem imun yang menyebabkan imun-imun tersebut balik menyerang sel-sel normal dan sehat. Inilah yang membuat para ilmuwan kesulitan untuk menentukan treatment atau pengobatan yang sesuai untuk pasien Covid-19.

Lalu Apa Tantangan Penemuan Obatnya?

Sebelum membahasnya kita coba pahami cara kerja obat terlebih dahulu. Obat sejatinya bekerja dengan cara inhibisi atau menghambat suatu zat. Nah, pada kasus Covid-19 ini obat dapat menghambat aktivitas imun, termasuk menghambat imun yang diyakini efektif melawan virus corona yang masuk kedalam tubuh. Imun yang dimaksud diantaranya IL-6, sel CD4 T, sel CD8 T dan sel makrofag. Sehingga menemukan obat yang selektif menghambat imun tertentu merupakan tantangan besar para peneliti yang dihadapi saat ini. Sekarang sudah paham kan heheh.

Jadi sejatinya kita tidak salah, untuk mengkonsumsi jahe, kunyit, temulawak maupun obat herbal. Karena sangat baik untuk meningkatkan sistem imun sebagai langkah preventif atau pencegahaan. Tapi ingat! bukan berarti mereka berperan sebagai obat penyembuh Covid-19 ya. Tentu penemuan obat harus melalui prosedur penelitian dan uji coba yang panjang sampai saatnya disetujui, diproduksi dan didistribusikan.

Ditulis Oleh : Farid Wajdi

Comments are closed.