click for more https://fapfapfaphub.com

Menarik, Begini Cara Tim KKN PLP UNRAM Sekotong Timur dan BPBD LOBAR Melakukan Sosialisasi Tanggap Bencana

146

Sekotong Timur, LOMBOKim – Senin, 13 Desember 2021, Mahasiswa KKN PLP FKIP UNRAM mengadakan kegiatan sosialiasi di Aula Kantor Desa Sekotong Timur untuk mewujudkan program KKN yang bertemakan Desa Tanggap Bencana (Destana), mereka bekerjasama dengan BPBD Lombok Barat dalam mengadakan sosialisasi tanggap bencana dan pemanfaatan teknologi lubang resapan biopori di Desa Sekotong Timur.

Selain mengacu pada tema KKN mereka, pengadaan sosialisasi ini dilakukan karena melihat kondisi geografis Desa Sekotong Timur ini terletak di daerah perbukitan lembar yang rawan bencana longsor dan banjir. Bapak H. Ahmad, S.Pd selaku Kepala Desa Sekotong Timur juga membenarkan bahwa musibah longsor dan banjir menjadi bencana tahunan di wilayah ini.

Muhammad Yamassan Jayasin selaku ketua KKN PLP UNRAM menceritakan musibah yang pernah terjadi selama melaksanakan KKN di Desa Sekotong Timur ini. “banjir dan longsor pernah terjadi secara bersamaan di kambeng timur. Hal itu terjadi karena curah hujan yang tinggi, akibatnya 1 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan jebolnya bronjong yang ada di sungai kambeng timur” ungkapnya.

Oleh karena itu, Mahasiswa KKN PLP UNRAM melakukan kerjasama dengan BPDB Lombok Barat dalam mengadakan sosialisasi tanggap bencana yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Sekotong Timur untuk tanggap dalam menghadapi bencana, khususnya bencana banjir dan longsor.

BACA JUGA  Sembalun Seven Summit, Upaya Membangkitkan Ekonomi Sembalun

Sebagai narasumber dalam sosialisasi ini Bapak H. Tohri, S.IP selaku Kepala di Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lombok Barat memberikan wawasan kepada masyarakat Sekotong Timur mengenai tahapan dalam menghadapi bencana. “Saat kita menghadapi bencana itu terdapat 3 fase yaitu fase pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Kita harus tau tentang 3 fase itu supaya mempermudah kita dalam mengorganisir dan memperhitungkan tindakan yang harus dilakukan saat terjadinya bencana” jelas Pak Tohri.

Saat sosialisasi para kadus dan masyarakat sangat antusias dan aktif melakukan diskusi dengan narasumber selama kegiatan berlangsung.
Dalam sosialisasi ini, KKN PLP UNRAM juga memperkenalkan teknologi lubang resapan biopori sebagai upaya pencegahan bencana banjir kepada masyarakat. Teknologi
lubang resapan biopori ini merupakan pipa berdiameter 10-30cm yang ditanam ke dalam tanah dengan kedalaman 80-100 cm bertujuan untuk mempercepat laju resapan limpasan air pada saat banjir. Penambahan lubang biopori dapat membantu meningkatkan kadar air tanah sehingga dapat mengurangi kemungkinan tanah pecah pada saat musim kemarau. Biopori ini juga dapat digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk kompos dengan memasukkan sampah organik ke dalam lubangnya.

BACA JUGA  Raker Di Lobar, FMWO Lotim Makin Solid

Bukan hanya itu, kelompok KKN ini juga mengajak masyarakat melakukan penanaman bibit vetiver (akar wangi) di Daerah Kambeng Barat, dimana salah satu manfaat dari tanaman ini dapat mencegah terjadinya abrasi dan tanah longsor (man/red/susan).

Comments are closed.

Look At This teluguhotsexstories.me