Memaknai Sumpah Pemuda Generasi Milenial

102

Artikel, LOMBOKim.com – Generasi milenial pasti tidak akan pernah lupa dengan Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober. Sumpah yang menjadi ikrar bersatunya pemuda diseluruh Nusantara.

Ikrar Sumpah Pemuda:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Lalu bagaimana makna Sumpah Pemuda, khususnya bagi kaum milenial saat ini. Berikut makna yang harus diteladani oleh kaum milenial saat ini.

1. Menumbuhkan Rasa Juang Generasi Muda

Jika berbicara terkait pemuda, tentu kita akan selalu terngiang percikan kata-kata dari proklamator Indonesia yaitu Bung Karno. Bung Karno berkata, “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Tidak salah Bung Karno berkata seperti itu karena pemuda merupakan estapet dan tolak ukur majunya sebuah bangsa.

Semangat juang dalam isi Sumpah Pemuda bisa menjadi contoh nyata bagi generasi muda saat ini untuk mengambil langkah untuk kemajuan bangsa.

Makna juang dalam sumpah pemuda terlihat dari perjuangan mempersatukan pemuda Nusantara tanpa melihat latar belakang etnis, suku, budaya, dan warna kulit demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

2. Menumbuhkan kebanggan sebagai bangsa Indonesia

Makna yang terkandung selanjutnya yaitu kebanggan sebagai bangsa Indonesia, harus tertanam dalam setiap jiwa.

Tentu tidak dipungkiri dengan perkembangan global yang pesat pemuda Indonesia sudah banyak tersebar dipenjuru negri.

Namun meski begitu sebagai pemuda yang terlahir di negri ibu pertiwi, pemuda generasi milenial sudah seharunya tetap bangga dan selalu mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia dimanapun ia berada.

Jadi itu beberapa makna sumpah pemuda untuk generasi milenial. Teman-teman generasi milenial dapat memaknai sumpah pemuda dengan cara dan gaya masing-masing, dengan tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. (Iz)

Comments are closed.