Marah Dapat Memicu Hipertensi dan Jantung

177

LOMBOKim.com – Marah sangat dicela dalam agama Islam. Hal ini dikarenakan dapat berakibat buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Sehingga Islam sangat menganjurkan untuk setiap orang mampu mengendalikan amarahnya.

Menurut ilmu psikologis kemarahan adalah ketegangan jiwa yang muncul akibat penolakan terhadap apa yang tidak diinginkan, atau bersikukuh dengan pendapat tertentu tanpa melihat kesalahan dan kebenarannya.

Secara psikologis dan medis, kemarahanan merupakan suatu sikap emosional yang berdampak negatif untuk jantung.

Saat marah, terjadi perubahan fisikologis seperti meningkatnya hormon adrenalin yang akan mempengaruhi detak jantung dan menambah penggunaan oksigen.

BACA JUGA  Seru! Undangan Debat Terbuka untuk Staff Khusus Presiden Terkait Kartu Pra Kerja

Kemarahan akan memaksa jantung memompa darah lebih banyak sehingga akan mengakibatkan tingginya tekanan darah. Akibatnya fatal jika Si pemarah memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan jantung.

Hasil penelitian moderen menyimpulkan, bahwa kemarahan berulang-ulang bisa memperpendek umur karena diserang berbagai penyakit kejiwaan dan penyakit jasmani.  

Dampak kemarahan akan semakin parah jika dalam keadaan berdiri, karena semua urat dan otot mengencang sehingga meingkatkan jumlah hormon adrenalin.

BACA JUGA  Arti Mimpi Berada di Keramaian Orang

Keadaan seperti ini bisa menyebabkan penyakit kanker. Berbeda dengan ketika Ia duduk maka adrenalinnya akan turun.

Dalam pengendalian emosi Rasulullah banyak mencontohkannya. Pernah dalam suatu riwayat Rasulullah ketika berjalan dengan  Anas ra., tiba-tiba ada seorang arab gunung mengejarnya dan serta merta menarik serban beliau SAW dengan keras. Anas berkata “Aku melihat bekas tarikan serban kasar itu pada leher Rasul.” Lalu orang arab gunung itu berkata, “wahai Muhammad, berikan aku dari harta Allah yang ada padamu!” Rasul menoleh sambil tersenyum lalu memerintahkan sahabat agar memberikan harta cukup banyak padanya.

BACA JUGA  Sri Mulyani : Rakyat Indonesia Harus Siap-siap! Ada Apa?

Sikap Nabi menggambarkan betapa hebatnya kemampuan beliau dalam mengendalikan emosi. Andai kita balik yang ditarik serbannya itu adalah kita, tentu bukannya kasih uang malah jadi saling tonjok.

Oleh karena itu, penting untuk kita belajar untuk mengendalikan emosi selain sangat dianjurkan oleh agama namun itu juga sangat baik untuk kesehatan jasamani dan rohani, maupun untuk orang lain. (Iz)

Leave A Reply

Your email address will not be published.