Mangrove sebagai Sumber Pangan, Ini Penjelasannya

199

Lembar, LOMBOKim.com – Selama ini, masyarakat hanya mengetahui manfaat ekosistem mangrove secara umum yaitu manfaat ekonomis, ekologis dan ekosistem. Berdasarkan hasil penelitian Bandaranyake pada tahun 2005 “Ekosistem mangrove memiliki manfaat ekonomis yaitu hasil kayu dan bukan kayu. Manfaat ekologis adalah berupa perlindungan bagi ekosistem daratan dan lautan. Secara ekosistem berperan dalam stabilisasi suatu ekosistem pesisir baik secara fisik maupun biologis”. Produk hutan mangrove yang sering dimanfaatkan manusia adalah kayu yang digunakan sebagai bahan bakar, bahan membuat perahu, tanin untuk pengawet jaring, lem, bahan pewarna kain dan daun sebagai pakan kambing.

Belum banyak pengetahuan tentang potensi dan manfaat mangrove sebagai sumber pangan. Dalam penelitian yang dilakukan Sadana pada tahun 2007 “Buah mangrove jenis Lindur (B. Gymnorrhiza) yang secara tradisional diolah menjadi kue, cake, dicampur dengan nasi atau dimakan langsung dengan bumbu kelapa, buah mangrove mengandung energi dan karbohidrat yang cukup tinggi, bahkan melampaui beras”.

Dilanjutkan, tim peneliti IPB bekerjasama dengan Badan Bimas Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur menghasilkan kandungan energi buah mangrove ini adalah 371 kalori per 100 gr, lebih tinggi dari beras (360 kalori per 100 gr). Kandungan karbohidrat buah bakau sebesar 85.1 gr per 100 gr, lebih tinggi dari beras (78.9 gr per 100 gr).

Ibu Ayu, Masyarakat Desa Lembar Selatan yang mengolah buah mangrove menjadi sumber pangan menjelaskan kepada LOMBOKim.com “pengolahan buah mangrove tidak bisa dilakukan secara asal-asalan, karena buah mangrove mengandung racun seperti tanin dan HCN, untuk menghilangkan racun dalam buah mangrove kami harus melakukan perebusan dan perendaman secara berulang hingga racun berkurang, hal itu bisa dilihat dari buah mangrove yang awalnya berwarna coklat tua berubah warna menjadi coklat muda” setelah itu baru bisa diolah menjadi pangan, Kamis (23/04/2020).

Biasanya kami mengolah buah mangrove menjadi tepung yang kemudian dicampur bahan lain dan dijadikan kue kering seperti cookies, tortilla, kastangel dll. Kata Sulfah Rahmadiah salah satu mahasiswa UNRAM yang melakukan pengabdian tentang pengolahan buah mangrove di Desa Lembar Selatan. Selamat mencoba dan Semoga bermanfaat. (Susi Susanti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.