Main Congklak VS Tiktok, Live Streaming Harlah SPGN Selong Gunakan Media Yayasan

499


yaspgnselong.asia
.
Sejak dirintis 2016 lalu, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Selong tiada henti berinovasi. Walau mereka terdiri dari generasi zaman old yang masa remajanya belum mengenal facebook, bahkan hape buntut sekalipun, namun “UNTUK GENERASI ZAMAN NOW” mereka bersolidaritas.

Redaksi sebut “DEMI GENERASI ZAMAN NOW” karena Alumni SPGN Selong adalah sekumpulan atau mayoritas dari beliau-beliau yang terhormat merupakan para pahlawan tanpa tanda jasa, yang kini, seiring berjalannya waktu bersama motivasi kuat dari ketua IKA SPGN Selong, H.L.M. Nursalim, S.Pd, M.Si beradicita membangun beragam wadah dengan fokus sesuai dengan Badan Hukum Resmi Yayasan Alumni SPG Negeri Selong.

Diantara adicita yang terekam adalah semangat mewujudkan SPG Negeri Selong bermanfaat sepanjang masa. Artinya, tentu ada indikator fokus atau konsentrasi dari pergerakannya di masa depan. Namun, sekilas dari semangat yang ditebarkan, terutama membahas perbedaan antara generasi zaman old dan zaman now, terbaca ada vitamin motivasi darinya.

Contoh, soal pergeseran gaya hidup yang terjadi dari generasi X ke generasi Y alias milenial. Di zaman millenial sekarang pergeseran gaya hidup besar pengaruh internet. Sehingga harus banyak tuntutan dan tuntunan agar pendidikan bisa fokus sesuai tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani dan seterusnya.

Alumni SPG Negeri Selong, di masa kecil dulu, tentu ada yang pernah main congklak, main selodor, main kelereng, dan permainan usang lainnya yang kini semakin usang karena tergantikan dengan game tik-tok, Dancing Online dan sebagainya. Hikmah dari permainan usang itu ternyata membawa kesuksesan nyata yang kita bisa nikmati zaman now.

Berperan serta mewujudkan tujuan pendidikan yang disesuaikan dengan keadaan zaman millineal, banyak pengakuan yang menyebutkan bahwa permainan zaman old untuk anak belum usang untuk diajarkan. Bahkan banyak edukasi zaman old yang lebih mendidik untuk output karakter. Soal usang, tentu bisa secepatnya punah jika tak dilestarikan. Maka, harus ada wadah strategis yang fokus memotivasi pendidikan.

Maka disinilah pentingnya media. Bukan media yang mengarahkan untuk bermaian congklak, selodor dan permainan usang zaman old semata “Bukan”. Namun media yang fokus mengawal motivasi untuk update inspirasi dibalik perbandingan manfaat antara permainan congklak zaman old dengan tik-tok zaman now dan sejenisnya.

Berdikari, Live Streaming dan Media Yayasan

Minggu, 7 Oktober 2018 adalah hari yang ditentukan untuk peringatan Hari Lahir (Harlah) SPG Negeri Selong. Hari itu tentu bukan akhir dari perjuangan IKA SPGN Selong, mewujudkan amanah guru, silaturrahmi dan berbagi. Di hari itu, Semoga bisa ribuan alumni SPGN Selong akan bertemu dari angkatan sekitar 1967 sampai angkatan 1991. Mereka juga akan bertemu dengan guru-guru yang masih ada, atau kasarnya masih hidup.

Guru yang bertahun-tahun tak pernah di-silaturrahmi-kan.
Guru yang bertahun-tahun dinikmati jasanya. Penulis atau admin bukanlah Alumni SPG Negeri Selong. Saya lahir ketika Alumni SPGN Selong masih menggunakan putih abu-abu. Atau mungkin rata-rata Alumni SPG Negeri Selong belum menikah. Namun, Saya adalah anak guru yang terpleset mirip halusinasi dalam beberapa bait artikel diatas.  

Dibalik acara itu, sesuai tema, acara akan di live streaming atau disiarkan langsung melaui Channel Youtube IKA SPGN Selong yang subscribenya masih cuman 6 butir. Subscribe yang hanya 6 butir membuktikan bahwa tontonan channel pendidikan mungkin sudah kalah dengan tontonan channel zaman now, dan bla..bla..bla..serta merupakan sebuah tantangan terkait pendidikan congklak vs tik-tik itu plus peran instansi pendidikan

Maksudnya jika niat untuk gaya-gaya-an atau pingin viral ala zaman now, maka tak layak lah chanel ini, “BUKA DISINI“. Dan Alhamdulillah, niat itu semoga jauh bro!. Namun dibalik penggunaan chanel mandiri IKA SPGN Selong yang subscribenya cuman 6 butir ada nilai motivasi, inspirasi, dan edukasi.

Tetap Semangat, Terimakasih Ketua IKA, semoga di balik hastag atau #bermanfaatsepanjangmasa
#harlahspgnegeriselong #silaturrahmidanberbagi #mengajidanberbagi #korbangempalombok #berbhaktipadaguru “semoga” mengalirkan kejernihan phadilah al-Fatihah, dimanapun dan kapapun. Maka bacalah surat Fatihah sesuai niat kita. “Untuk Guru yang sudah tiada, alumni yang sudah tiada dan sebentar lagi untuk kita yang masih ada yang pasti akan tiada”.  Selamat Harlah SPGN Selong Ke 53. (mz)

Comments are closed.