LK2T Tolak Undangan Diskusi Pemdes Wakan di Lesehan, Maunya Dimana?

1.237

Wakan, LOMBOKim – Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi (LK2T) menolak undangan diskusi terkait Data Penerima Bansos Pandemi Covid 19 di Desa Wakan. Surat yang sekilas membahas balasan surat dari LK2T itu ditolak karena alasan pengalihan lokasi diskusi yang seharusnya di desa, tapi malah diagendakan di salah satu Lesehan di Selong

“Terimakasih untuk undangan diskusinya, tapi Kita menolak lokasinya, karena melihat perkembangan Desa, sebaiknya kita berdiskusi di kantor desa karena jika mencermati dari alasan pengalihan lokasi diskusi itu adalah karena pelayanan Desa, padahal kami  berharap dilayani sebagai warga negara yang baik di kantor desa yang baik pula, “tulisnya menjawab pertanyaan LOMBOKim, Sabtu (16/05/2020)

BACA JUGA  Kok Bisa? Di Ketangga Jeraeng Pihak Ini Tidak Tau Perkaranya Sampai MA?

Karomi, M.Pd, ketua LK2T melanjutkan kantor desa sebagai tempat dikeluarkannya kebijakan publik tentu di situlah kita berdiskusi tentang kelebihan dan kekurangan dari Desa sehingga kita bersama-sama mencari solusi alternatif pemecahan masalah dari apa yang kita hadapi ini, lanjutnya.

“Alasan tambahan nya adalah pertama, bahwa hal tersebut menghabiskan anggaran desa dan melukai rasa keadilan masyarakat
Kedua, Karena saat ini economi masyarakat tidak menentu malah pembuat kebijakan menggunakan anggaran tidak sesuai dengan UU keuangan negara dan Desa,”tegasnya lagi.

BACA JUGA  BST Kemensos Dicairkan, Ini Kata Masyarakat Kecamatan Keruak

Sebelumnya dikabarkan di desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, LK2T mengibaratkan ada wabah yang  dampaknya lebih besar dari wabah covid 19 di desa setempat, yaitu wabah kesimpangsiuran data penerima bantuan sosial yang bisa menyebabkan kesenjangan di internal masyarakat desa. “Kita ingin membantu desa ini, agar semua kita bekerja demi masyarakat. Kita sudah sangat senjang dengan adanya Covid 19, jangan tambah wabah ini lagi dengan data yang semrawut yang membuat banyak yang berhak tidak dapat,” cetusnya bermajas

BACA JUGA  Pertama di Indonesia, Golden Melon di Desa Ombe Kediri Lobar NTB Melesat Di Tengah Pandemic Covid 19

Kepala desa Wakan, Sarijul Basri, M. Pd. I sampai berita ini diturunkan belum dikonfirmasi, pasalnya sesuai surat yang ditandatanganinya, undangan diskusi di salah satu Lesehan di Kota Selong tersebut terjadwal dilaksanakan besok, Ahad 17 Mei 2020. Sementara LK2T berjanji bakal merilis informasi terkait lusa, Senin 18 Mei 2020. “Kami bakal rilis perjuangan ini, InsyaAllah Senin bang, agar publik teredukasi terkait upaya transparansi data,” semangat Karomi (Omz)

Leave A Reply

Your email address will not be published.