LK2T Sesalkan Jawaban Oknum Kepala Desa, Bahas Karang Taruna dan Pemuda Wates?

578

Selong, LOMBOKim – Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi (LK2T) menyayangkan jawaban oknum kepala desa sebagaimana yang dibacanya di LOMBOKim (13 Mei 2020) soal dana Karang Taruna yang terkait pula dengan kekecewaan Pemuda Wates soal kegiatan yang jarang disentuh desa.

“Saya yakin pemuda Wates tau bahwa dana Karang Taruna memang sesuai dengan apa yang disampaikan kades, tapi jawaban kades harus bijak, bahwa Kades seharusnya menjawab siap menfasilitasi kegiatan pemuda Wates dengan cara mengarahkan pengurus Karang Taruna agar juga memperhatikan kegiatan pemuda Wates dan menyisihkan anggaran untuk mereka, itu baru adil,” saran Ketua LK2T, Karomi, M.Pd, Selong, 14 Mei 2020

BACA JUGA  Oxpam dan UGM Segera Gelar Workshop, Bahas Anggaran & Gender, Ini Temanya

Dilanjutkan, pemerintah Desa juga jangan manja dengan pemudanya yang harus menghadap, koordinasi, dan birokrasi – birokrasi ribet lainnya. Pemdes yang harus melayani, mengakomodir, bukan pemuda yang harus aktif bergabung sebagai syarat dikasih support.

“Jika melihat kegiatan Pemuda ya, intruksikan jajarannya yang digaji dari uang rakyat itu untuk memperhatikannya, kasian rakyat, kasian Pemuda kalo diminta bergabung atau apa itu, namun dalam posisi yang kurang nyaman” tegasnya.

Mantan ketua HMI cabang Selong asal Wakan, Jerowaru itu juga melanjutkan, bahwa pihaknya memantau aparat pemerintah banyak yang manja saat ini, jarang ada yang mau turun dan memperjuangkan kelayakan dan kapasitas yang dipersyaratkan aturan. Misalnya saja kegiatan pemuda Wates yang saya baca, itu seharusnya Desa turun, bahwa kegiatan itu harus disupport.

“Kalo tidak mau repot dan turun ayomi masyarakat, lepas aja seragamnya,”kesalnya.

Berita terkait juga sempat dibahas panas di media sosial Facebook. Salah satu akun yang diketahui milik pengurus LPPAS RI dengan tegas meminta Kepala Desa terkait lebih bijak dalam menanggapi aspirasi pemuda. Akun yang bernama Lalu Hardi Sasnapian menyarankan Oknum Kades agar belajar ber statemen

BACA JUGA  Wates Bisa Mekar Jadi Desa? Kabar Si Pro dan Si Kontra Begini

“Surukne berayah caren leader ber statemen yang baik dan benar kades tie,” tulisnya dalam bahasa lombok yang maknanya berharap meminta pemimpin terkait belajar berstatemen yang baik dan benar.

Aktivis asal desa Ketangga Jeraeng ini kembali melanjutkan bahwa apa yang disampaikan seorang kepala desa dengan jawaban terkait adalah bukan jawaban dan argumentasi solutif

SS from Fb ; Peran masyarakat di media sosial terkait desa dan aspirasi pemuda (Foto : SS terkait/LOMBOKim)

“Itu narasi buruk dan tidak sepantasnya disampaikan seorang pejabat desa,”tegasnya sembari membeberkan resiko terkait kecemburuan sosial yang bisa mengakibatkan reaktif pemuda membongkar dana kepemudaan tahun-tahun sebelumnya (Dedi Wakan/Omz/redtim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.