Konsisten Tolak Omnibus Law, BEM UNRAM Fasilitas Sidang Rakyat

97

Mataram, LOMBOKim.com – BEM UNRAM gelar aksi panggung rakyat.
Acara yang dilaksanakan pukul 16:00 tersebut sempat diundur, akibat hujan yang menguyuri kota mataram.

Tapi itu tidak membuat para mahasiswa ikut turun semangatnya untuk tetap melaksanakan panggung rakyat. Itu merupakan salah satu ikhtiar untuk tetap menolak UU omnibus law.

Panggung rakyat yang di hiasi dengan orasi politik, pembacaan puisi dan persidangan rakyat diakhiri dengan pernyataan sikap oleh kordum diikuti massa aksi.

Panggung rakyat yang di hiasi dengan persidangan rakyat ini, sebagai bukti jika negara sudah tidak mendengarkan lagi suara rakyat. Akan tetapi negara tetap bersitegang untuk mempertahankan UU Omnibus Law.

Meza Royadi Menko Pergerakan dan Eksternal yang sekaligus sebagai kordum saat itu, menyampaikan kekesalannya terhadap tindakan pemerintah. Sampai saat ini pemerintah dengan terus terang menantang siapa yang mau mengubah UU Omnibus Law, mereka harus melalui prosedur Judicial review (JR)

BACA JUGA  Kelompok Tenun di Pringgesela Dapatkan Hibbah Bergulir Koperasi Hijau

“Kami akan terus menekan presiden sampai presiden mengeluarkan Perpu, dan kami melakukan sidang rakyat dijalanan, supaya pemerintah tidak berasalan lagi untuk tetap melempar isu menyuruh gugat Omnibus Law ini ke Mahkamah Konstitusi. Karena kami sudah (rakyat) sudah menetapkan UU Omnibus Law ini dihapus melalui Persidangan Rakyat di jalanan” terangnya di tempat sidang 28/10/2020.

Selesai melakukan sidang, massa aksi membacakan surat terbuka untuk presiden, yang poinnya. Mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perpu, yang dibacakan langsung oleh Meza.

BEM UNRAM gelar aksi panggung rakyat.
Acara yang dilaksanakan pukul 16:00 tersebut sempat diundur, akibat hujan yang menguyuri kota mataram.

Tapi itu tidak membuat para mahasiswa ikut turun semangatnya untuk tetap melaksanakan panggung rakyat. Itu merupakan salah satu ikhtiar untuk tetap menolak UU omnibus law.

Panggung rakyat yang di hiasi dengan orasi politik, pembacaan puisi dan persidangan rakyat diakhiri dengan pernyataan sikap oleh kordum diikuti massa aksi.

Panggung rakyat yang di hiasi dengan persidangan rakyat ini, sebagai bukti jika negara sudah tidak mendengarkan lagi suara rakyat. Akan tetapi negara tetap bersitegang untuk mempertahankan UU Omnibus Law.

Meza Royadi Menko Pergerakan dan Eksternal yang sekaligus sebagai kordum saat itu, menyampaikan kekesalannya terhadap tindakan pemerintah. Sampai saat ini pemerintah dengan terus terang menantang siapa yang mau mengubah UU Omnibus Law, mereka harus melalui prosedur Judicial review (JR)

BACA JUGA  Banyak Aksi Penolakan, Pemprov NTB Bedah Omnibus Law

“Kami akan terus menekan presiden sampai presiden mengeluarkan Perpu, dan kami melakukan sidang rakyat dijalanan, supaya pemerintah tidak berasalan lagi untuk tetap melempar isu menyuruh gugat Omnibus Law ini ke Mahkamah Konstitusi. Karena kami sudah (rakyat) sudah menetapkan UU Omnibus Law ini dihapus melalui Persidangan Rakyat di jalanan” terangnya di tempat sidang 28/10/2020.

Selesai melakukan sidang, massa aksi membacakan surat terbuka untuk presiden, yang poinnya. Mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perpu, yang dibacakan langsung oleh Meza.

Mengakhiri aksi tersebur, seleuruh massa aksi mengucapkan sumpah mahasiswa secara bersamaan.

Mengakhiri aksi tersebur, seleuruh massa aksi mengucapkan sumpah mahasiswa secara bersamaan. (Humas/Farid)

Leave A Reply

Your email address will not be published.