click for more https://fapfapfaphub.com

Keren, Mahasiswa KKN TEMATIK UNRAM Mengenalkan dan Menerapkan Budaya Zero Waste Kepada Anak-anak Desa Lajut

362

Lajut, LOMBOKim _ Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram tahun 2021/2022 melakasanakan program kerja Zero Waste: Pengelolaan dan Penerapan Budaya Mengurangi Sampah Berbasis Rumah Tangga. Kita memiliki misi besar untuk mengurangi sampah dimulai dari lingkungan terkecil, yakni Keluarga.

Sunan, mewalkili tim KKN Desa lanjut menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lajut Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Berawal dari banyaknya persoalan terkait sampah, tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Lombok Tengah yang berada di Desa Lajut, tepatnya di perbatasan Desa Lajut dan Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah dan dibangun pada tahun anggaran 1999-2000 yang telah melampaui kapasitas dan terkesan masih open dumping. Karena permasalahan tersebut TPA Desa Lajut ditutup dan dialihkan ke TPA baru di Desa Pengengat Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

BACA JUGA  Kunci Penguatan Ekonomi Desa Ada Di Bumdes

Pada laporan potensi Desa Lajut triwulan pertama 2021 melaporkan bahwa “desa ini masih kurang dalam prasarana dan sarana kebersihan yaitu tidak adanya Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tidak ada tong sampah, tidak ada gerobak sampah, tidak ada truk pengangkut sampah dan tidak ada tempat pengelolaan sampah. Ditambah lagi persoalan dana desa sejak pandemi Covid-19 alokasinya sebagian besar diperuntukkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), sehingga sulit untuk menganggarkan pengadaan fisik terutama dalam pengadaan prasarana dan sarana kebersihan. Dengan demikian proses hilirisasi sampah dari Desa Lajut menuju TPA Desa Pengengat menjadi terganggu”, ungkapnya

Berdasarkan permasalahan yg terjadi, kegiatan ini sangat perlu untuk dilaksanakan. Kegiatan ini tidak hanya berupa sosialisasi, namun aksi nyata mahasiswa dan anak-anak Desa Lajut untuk mengurangi sampah rumah tangga, terutama plastik melalui penerapan budaya 5R, yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle dan Rot. Untuk sampah plastik sendiri program yang dilaksanakan berupa pembuatan ecobrick dengan cara memasukkan sampah plastik rumah tangga ke dalam botol air mineral tanggung.

Program ini menyasar pada anak-anak SD-SMP, dengan harpan bisa menumbuhkan rasa peduli lingkungan pada diri sendiri, keluarga, teman sebaya, dan masyarakat sekitar. Anak-anak yang berhasil mengumpulkan sebanyak tujuh botol ecobrick nantiya akan mendapatkan satu buah tumbler. Pemberian tumbler dilakukan agar anak-anak Desa Lajut dapat memulai menerapkan gaya hidup Zero waste dari hal yang sederhana seperti membawa dan menggunakan botol minum sendiri untuk mengurangi produksi sampah sehari-hari.

BACA JUGA  Generasi Muda, Aktor Utama Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

Zero waste pada dasarnya bukanlah pengelololaan hingga tidak ada lagi sampah yang dihasilkan karena aktivitas manusia yang tidak menghasilkan sampah. Namun, konsep ini menekankan pada upaya pengurangan sampah terutama sampah plastik sebagai upaya peduli terhadap lingkungan. Harapannya kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Lajut dalam kehidupan sehari-hari. karena kegiatan ini bukan hanya sosialisasi semata namun praktik secara langsung seperti menerapkan budaya pemakaian tumbler yang tidak sekali pakai. (man/susan/red)

Comments are closed.

Look At This teluguhotsexstories.me