click for more https://fapfapfaphub.com

Kekerasan Seksual Di Era Digital, Tema Dialog Harlah Kopri PMII Lotim

379

Selong, LOMBOKim – Dalam Memperingati Hari Lahir (Harlah) Korps PMII Putri (Kopri) yang ke-54, Kopri Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) LombokTimur mengadakan Dialog Publik yang bertemakan “Kekerasan Seksual di Era Digital”

Ketua Kopri Lombok Timur, Eka Mulia Wadini mengatakan, dialog publik tersebut sangat penting di laksanakan mengigat banyaknya terjadi pelecehan seksual di Era Digital yang harus diketahui.

“Pelecehan Seksual di Era Digital ini tidak hanya terjadi pada perempuan,  namun juga terjadi kepada laki-laki, ” Ucapnya Sabtu (27/11/2021)

Ia berharap dialog tersebut bisa  menjadi wawasan atau pengetahuan bagi orang-orang yang hadir dalam acara tersebut, sehingga kekerasan Seksual yang terjadi di Lingkungannya baik dalam Keluarga maupun yang lain, bisa dihentikan.

Disisi lain, Pekerja sosial kemensos RI, Muhammad Taufik menyampaikan Kekerasan Seksual merupakan setiap perbuatan yang sangat merendahkan, menghina, melecehkan, menyerang tubuh, bahkan  fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan gender.

Kekerasan tersebut juga berakibat penderitaan Psikis atau fisik, dan termasuk  mengganggu kesehatan reproduksi seseorang sehingga hilang kesempatan melaksanakan pendidikan tinggi dengan aman dan optimal.

“Kekerasan Seksual ini dapat berakibat penderitaan psikis dan fisik, bahkan bisa kehilangan kesempatan melaksanakan pendidikan yang lebih tinggi,” jelasnya

BACA JUGA  Narkoba Makin Ganas, Korbannya Muda Mahasiswa di Bima

Kekerasan Seksual tersebut mencakup dalam tindakan yang dilakukan secara verbal, nonfisik, fisik, dan melalui teknologi informasi dan komunikasi seperti contoh mengirimkan pesan, lelucon, gambar, foto, audio, dan video bernuansa seksual kepada Korban meskipun sudah dilarang oleh Korban.

Tidak hanya itu,  mengambil, merekam, atau mengedarkan foto bahkan rekaman audio dan visual Korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan Korban juga bentuk tindakan seksual tersebut.

Sehingga korban kekerasan seksual pada anak yang masih di bawah 18 tahun yang banyak mengalami tindakan kekerasan yang diarahkan pada alat reproduksi kesehatan anak itu sehingga mengakibatkan terganggunya tumbuh kembang anak baik secara fisik, psikis dan sosial anak.

“Seperti temuan kita di Lapangan,
di Wilayah Kecamatan Jerowaru banyak di temukan anak-anak masih usia SD, SMP, SMA, yang menggunakan hp Android mereka tergabung dalam grup whatsap yang berisi Vidio dan Pornografi dan bahkan hal tersebut juga di temukan di wilayah Sakra di salah satu SMP dalam satu kelas itu hampir 70 persen yang tergabung dalam grup WA berisi vidio dan gan gambar fornografi, “sesalnya.

Dampak dari Kekerasan Seksual diantaranya Kematian, Hamil, Gangguan organ seksual, Cemas, tertekan, menyalahkan diri sendiri, merusak diri sendiri, mengisolasi diri, rasa tidak berdaya, memandang dirinya memang pantas menerima perlakuan seperti itu, dan hilangnya rasa percaya pada orang lain

“Bahkan dampaknya bisa sampai Bunuh diri,” lanjutnya

Sementara itu, Kepala Bidang Opini dan Informasi Kominfo Kabupaten Lombok Timur, Amin mengatakan, Pada era digital pada saat ini diketahui interaksi sosial masyarakat yang beralih ke ruang digital karena adanya internet, sehingga membuat tindak kekerasan Seksualpun berpindah keranah online.

Dengan kondisi ini muncul istilah kekerasan berbasis gender online (KBGO), sebagai kekerasan berbasis gender yang difasilitasi tegnologi, KBGO merupakan kejahatan siber dengan korban perempuan yang sering dijadikan objek pornografi.

Namun belakangan bukan hanya terbatas pada perempuan, laki-lakipun bisa menjadi korban KBGO.

Untuk itu, KBGO juga dapat masuk ke dunia offline dimana korban mengalami kombinasi kekerasan secara online, kemudian berlanjut secara langsung saat offline.

BACA JUGA  Digelar HMI, Kapolda NTB Hadiri Dialog Publik, Bahas Sirkuit Mandalika

“Untuk diketahui hasil penelitian menunjukkan bahwa KBGO paling banyak ditemukan pada flatform media social facebook, Instagram dan WhatsApp,” jelasnya.

KBGO yang  ditemukan juga cukup beragam, diantaranya ada cyber hacking, impersonation dimana penggunaan teknologi digunakan untuk mengambil identitas orang dengan tujuan mengakses informasi pribadi, mempermalukan dan menghina korban, menghubungi atau membuat dokumen-dokumen palsu serta pelecehan seksual online dengan kekerasan verbal dan ancaman dengan menyebarkan foto atau video asusila.

Adapun bentuk pelecehan seksual di Ruang Digital yaitu, Spaming ,Viisual, Verbal, Doxing dan Mesra.

“Kita dapat mencegah terjadinya kekerasan seksual dengan melakukan perubahan mindset berpikir individu maupun masyarakat yang dilakukan melalui lembaga keluarga maupun institusi pendidikan, ” Jelasnya

Untuk menghindari Pelecehan Seksual tersebut di Dunia Maya bisa dilakukan dengan cara tidak membalas pesan orang yang tidak dikenal. Tolak dengan tegas jika terjadi ajakan dari orang terdekat, dan Blokir akun orang tidak di kenal tersebut bahkan bisa langsung Laporkan kepada pihak berwajib. (Yun)

Comments are closed.

Look At This teluguhotsexstories.me