Kecam Ekspor NTB ke Israel, KAMMI: Nilai Kemanusiaan Lebih Penting dari Rupiah

162

Mataram, LOMBOKim – KAMMI NTB (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) mengecam Ekspor yang dilakukan pemerintah NTB ke Israel.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Kebijakan Publik PW KAMMI NTB Liga Ayun Selatan saat melakukan Aksi di Kantor Gubernur NTB, Jum’at (21/08).

“KAMMI mengecam Ekspor yang dilakukan pemerintah NTB ke Israel, karena nilai kemanusiaan lebih penting dari sekedar Rupia,” tegasnya.

Liga sapaan akrabnya melanjutkan momentum peringatan HUT RI yang berlangsung Senin kemarin, mestinya menjadi ajang evaluasi pemerintah atas komitmennya dalam menjalankan amanat dari pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mengatakan bahwa “segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai degan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan”.

Amanat tersebut bukan sekedar kata-kata manis untuk menarik simpati, akan tetapi mengandung makna dan nilai filosofis yang berakar dari historia perjuangan bangsa Indonesia yang harus terejawantahkan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka sebagai bangsa yang sudah merdeka, bangsa Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah sudah semestinya harus tegas dan mengutuk keras segala bentuk penjajahan yang terjadi di seluruh dunia.

BACA JUGA  Tim Puma Ditreskrimum Polda NTB Tangkap Pencuri TKP Parkiran Mall Ini

Berangkat dari penjelasan diatas, Israel hingga hari ini masih melakukan praktek dan tindakan penjajahan kepada rakyat Palestina. Beberapa bangsa dan negara di dunia mengutuk tindakannya, termasuk Indonesia tak mau tinggal diam meski terkesan lambat dan acuh tak acuh dalam bersikap. Bahkan yang sangat disayangkan baru-baru ini adalah sikap dari Pemerintah NTB dalam hal ini Gubernur yang menjalin hubungan dagang dengan Zionis Israel. Padahal NTB selama ini gandrung dengan daerah yang memegang erat nilai- nilai ke islaman dan nilai-nilai kemanusiaan.

“KAMMI melihat ada inkonsistensi sikap dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang berbanding terbalik atau bersebrangan dengan amanat dalam pembukaan UUD 1945. Pasalnya bahwa menyatakan dukungan dan berkoar-koar untuk kemerdekaan Palestina namun disisi lain mesra berkongsi dagang dengan Israel sehingga itu dipandang sebagai sikap ganda bahkan bisa melukai hati dan perasaan rakyat Palestina,” pungkasnya.

BACA JUGA  KKI Rekom Unram Buka Prodi Dokter Spesialis, Wagub Beri Apresiasi

Liga mengacu pada data yang dilansir dari Radarlombok bahwa nilai ekspor produk NTB ke negara yahudi itu mencapai 400 ribu dollar AS atau sekitar Rp 5,8 milliar.

“Nilai ekspor NTB ke Israel memang tidak kecil, tapi apakah rasa kemanusiaan kita harus tergadai dengan rupiah?” Tutup Liga. (Iz)

1 Comment
  1. Facebook Marketing says

    I simply could not go away your web site prior to suggesting that I really loved the standard information an individual provide for your guests? Is gonna be back regularly to investigate cross-check new posts.

Leave A Reply

Your email address will not be published.