Kasus Positif Covid-19 Kian Bertambah, Ini Curhat Satgas Di Kecamatan Keruak

435

Keruak, LOMBOKim.com – Berdasarkan data kasus positif Covid-19 NTB per 27 April 2020 pukul 17.00 Wita dilansir dari coronantbprov.do.id, kasus positif terinfeksi Covid-19 di NTB mengalami 11 kasus tambahan. Dari 11 kasus tambahan 2 diantaranya berasal dari Lombok Timur, Kecamatan Sakra. sehingga kasus  terkonfirmasi Covid- 19 sebanyak 206 kasus, dengan 23 pasien sembuh, 4 meninggal, dan 179 lainnya dalam kondisi membaik di bawah perawatan medis.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah bahkan sampai Pemerintah Desa dalam mumutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Namun, penyebaran virus yang amat masif ini masih belum bisa dibendung oleh Pemerintah di NTB.

Apakah Pemeritah kita yang lamban dalam mengambil tindakan? Saya pikir tidak. Saya sendiri yang menjadi Satgas Covid-19 di salah satu desa di Kecamatan Keruak, sudah melakukan intruksi dari pemerintah dalam bekerja seperti sosialiasi, pembagian masker, pembuatan tempat cuci tangan, penyemprotan, bahkan sampai membuatan portal untuk razia masker.

Lantas apa yang menjadi penyebab penambahan kasus positif Covid-19 terjadi? Nah saya fikir jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Dihimbau  untuk hidup bersih tetap cuci tangan pakai sabun. Malah bilang ayo dong bagikan kita sabun “gratis”.

Dihimbau untuk selalu mengunakan masker ketika beraktivitas di luar. Malah bilang ayo dong pemerintah kasi kita masker “gratis”.

Padahal  harga masker kain cuma goceng doang namun ntahhh lahhh.

Giliran sudah dikasi masker gratis malah tidak digunakan. Ketika ditanya kenapa gak pake masker?? Dijawab dengan seribu bahasa, inilah, itulah, bla, bli, blulah.

Sampai ada salah satu kusir delman di Kecamatan Keruak bilang. “Pake masker kayak kuda aja itu, kuda saya flu pakein masker,” ucapnya dengan nada mengledek.

Jika ingin wabah ini cepat berakhir , maka yang paling penting adalah kesadaran diri masing-masing dan jangan mengedepankan ego pribadi dan patuhi aturan pemerintah. (Lalu Haris Indrawan)

Comments are closed.