Kadus Ini Sanjung Cara Merariq Seperti ini, Calon Pengantin Harap Ikuti

220

Lenek Ramban Biak, LOMBOKim.com – Kepala Dusun Lingsar Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Raya memberikan dukungan sekaligus sanjungan atas cara mengambil calon istri atau dalam bahasa Lombok “Merarik” atau Merariq, dengan cara meminta persetujuan orang tua atau izin di pemerintahan wilayah calon istri berdomisili.

“Saya mendukung cara ini, bagus ini” kata Agus, Kepala Dusun atau Kepala Wilayah Lingsar, desa Lenek Ramban Biak, Kecamatan Lenek Raya saat menerima keluarga pengantin Pria di Kediaman calon pengantin Wanita, Rabu Pagi, 4 September 2019.

Merariq dalam tradisi bahasa Lombok biasanya dilakukan dengan cara mengambil calon istri secara diam-diam atau kerap disebut dengan istilah memaling. Calon pengantin laki-laki dengan persetujuan calon pengantin perempuan dalam tradisi ini biasanya meninggalkan rumah untuk merarik dengan izin di keesokan harinya atau biasa disebut dengan Istilah Nyelabar.

BACA JUGA  Biro Akademik UGR Bimtek Siakad untuk FKIP UGR

Pengamat Tradisi Komunitas di Lombok, Ardi Ibrahim mengatakan masing-masing dusun di Lombok memiliki cara yang berbeda saat mengambil calon pengantin wanita. “Tergantung huhungan antar calon pengantin, jika hubungan mereka baik sebelumnya dan sudah ada musyawarah internal, biasanya penjemputannya izin” tanggapannya.

Masing – masing cara sesungguhnya memiliki tujuan. Baik itu cara memaling atau cara izin. Tradisi yang jangan dilalaikan adalah tradisi Nyelabar secepatnya karena dalam cara ini ada nilai silaturahmi antar pemerintahan wilayah atau dusun masing-masing pengantin.

“Sekaligus untuk menghindari kehawatiran pihak keluarga perempuan, karena banyak terjadi penjemputan paksa yang mengakibatkan ada istilah pengantin burung jika tak ada komunikasi sebelumnya,” ujarnya.

Ada nasihat penting untuk calon pengantin atau remaja zaman now yang kebelet nikah. Baik itu calon pengantin laki-laki ataupun wanita sejak awal harus aktif menjalin komunikasi keluarga agar tujuan pernikahan bisa didapatkan.

BACA JUGA  Sedih! Lansia Dihapus sebagai Penerima Program Sembako

“Cara izin seperti kasus merarik ini harus ditiru serta penting dikampanyekan sebagai kepedulian untuk calon keluarga baru,”tandasnya

Syukur bagi yang mampu, di Lombok kini sudah mulai banyak cara-cara seperti Pra Wedding, namun yang disayangkan jika pra weding dilakukan sebelum serah terima wali (menikah). Hal ini sebaiknya dihindari karena bisa menimbulkan fitnah dan amat dekat dengan zina.
Jika ingin Pra Wedding sebaiknya dilakukan sesudah Ijab Kabul atau sebelum resepsi pernikahan atau nyongkolan, tetap bisa dan lebih romantis dan halal kan? (om-z)

Leave A Reply

Your email address will not be published.